Nara sumber lain. Dr.Syafaruddin memberi solusi bagi keluhan warga mendapatkan pupuk pada musin tanam dengan tidak terlalu menggantungkan harapan pemenuhan pupuk bersubsidi dari pemerintan dengan mencoba melakukan produk pupuk kompos yang dapat diolah dengan bahan materi dari alam lingkungan sekitar.
Dr Abdul Haris kesempatan itu menekankan, A’bulosibatang dapat menjadi desa mandiri dengan mengolah dan mengoptimalkan potensi sumber daya alam berdaya guna dan memberi nilai tambah para sumber daya yang ada. Inovasi terhadap potensi desa yang ada akan memberi nilai tambah dan pendapatan bagi warga desa.
Nara sumber lainnya, Dra.Khaeriyah, M.Si mengajak ibu ibu di desa untuk memberi nilai tambah keterampilan membikin ikan bolu kambu, sajian yang dibikin saat Maulid Rasulullah Muhammad SAW, keterampilan bikin bolu kambu itu dapat dikembangkan kemudian dipasarkan secara digital.
Dr.Ir.Muhammad Natsir Mallawi, M.Si, pada kesempatan itu menekankan potensi sumber daya pertanian dan kelautan di Desa A’bulosibatang harus dikembangkan bagi peningkatan kesejahteraan hidup bagi warganya.
Dosen lainnya Dr. Nurasia Natsir, M.Si tambahkan, anak-anak desa yang putus sekolah jangan dibiarkan karena ada program pemerintah Paket A,B dan C yang memberi ruang untuk ;anjut sekolah pada jenjang SD, SLTP dan SLTA dan boleh juga belajar lewat daring. ***












