Pengda RJI Sulsel Gelar ToT Tata Kelola dan Sertifikasi Jurnal Ilmiah di Menara Pinisi UNM

Dalam kesempatan tersebut, Yasdin juga mengajak para pengelola jurnal untuk semakin akrab dengan perkembangan teknologi mutakhir. Pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan buatan, serta berbagai platform pengelolaan jurnal yang terus berkembang dinilai dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan publikasi ilmiah.

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan ini sejumlah pengurus inti RJI Sulsel, di antaranya Ansari Saleh, M.Sc.,Ph.D. Ketua bidang ICT RJI Sulsel, anggota Dewan Pengawas RJI Pusat, Dr.Ir. Ramlan Mahmud,S.Pd., M.Pd. Sekretaris RJI Sulsel Dr. Muhammad Amran, Wakil Ketua RJI Sulsel Dr. Amirullah, M.Pd., Dr. Nani Harlinda, Person in Charge (PIC) kegiatan, Dr. Janisa Pascawati, M.I,Kom, Sutrino dan Andi Nasri Abduh serta sejumlah pengurus RJI lainnya.

Pelaksanaan TOT dibagi ke dalam dua sesi materi utama yang saling melengkapi. Materi pertama mengenai Tata Kelola Jurnal Ilmiah disampaikan oleh Dr. Rizal Bakri, M.Pd. Dalam paparannya, Rizal menekankan pentingnya penerapan standar pengelolaan jurnal yang konsisten, transparan, dan berorientasi pada kualitas publikasi serta mengakrabkan diri dengan software Artificial Intellegence (AI) dalam mempercepat pengelolaannya.

BACA JUGA:  Pembekalan Khusus KKN Mahasiswa Unhas Penempatan Kabupaten Jeneponto

 

Sementara itu, materi kedua membahas Akreditasi Jurnal Ilmiah yang dibawakan oleh Dr. Muhammad Amran, M.Pd. Materi ini mengupas berbagai aspek yang menjadi indikator penilaian akreditasi jurnal, strategi peningkatan mutu, serta langkah-langkah yang perlu ditempuh agar jurnal dapat mencapai peringkat SINTA yang lebih tinggi hingga menuju indeksasi internasional. Melalui kegiatan ini, RJI Sulawesi Selatan berharap dapat melahirkan trainer-trainer andal yang siap mendampingi dan mempercepat peningkatan kualitas jurnal ilmiah di Indonesia, khususnya di kawasan Sulawesi Selatan.

Saat menutup acara ini, Akbar Iskandar, selaku ketua RJI Sulsel berharap TOT ini bermanfaat dalam pengembangan skill pengelola jurnal ilmiah dan ia juga berharap kegiatan semisal ini dapat berlangsung sustainable minimal sekali dalam masa kepengurusan. (*/nasri)