Limbah Pasar Jadi “Emas Hijau”: Ayam Kampung Alope UNHAS-1 Tambah Gacor Berkat Inovasi Mahasiswa UNHAS

NusantaraInsight, Luwu Timur — Mahasiswa Bina Desa MKPK Batch V Universitas Hasanuddin (UNHAS) mengajak peternak Kelompok Woliko memanfaatkan limbah sayuran pasar dan sisa pakan ayam sebagai pakan tambahan ayam kampung Alope UNHAS-1.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung di Desa Matompi, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur pada 21 Januari 2026, dengan tujuan menekan biaya pakan yang melonjak dan mengurangi limbah organik yang selama ini terbuang sia-sia.

“Inisiatif ini lahir dari tantangan peternak lokal yang kesulitan dengan harga pakan komersial,” ujar salah satu mahasiswa pelaksana, seperti dikutip dari rilis kegiatan, Kamis (14/5)

Mereka mengedukasi sekitar 20 anggota kelompok tentang manfaat pakan alternatif yang hemat biaya sekaligus ramah lingkungan, sambil menekankan pentingnya kesehatan ternak.

Secara praktis, peserta mengumpulkan limbah sayuran layak konsumsi seperti kol, sawi, dan kangkung dari pasar terdekat.

Bahan tersebut dibersihkan, dipotong kecil, lalu dicampur dengan sisa pakan ayam sebelum diberikan langsung ke ayam kampung Alope UNHAS-1—varietas unggul hasil riset UNHAS.

Pendampingan mencakup pemilihan bahan aman, teknik pengolahan sederhana, dan jadwal pemberian pakan optimal untuk tingkatkan produktivitas telur serta daging.
Peternak Kelompok Woliko menyambut baik program ini.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKN Unhas Rancang Peta Administrasi dan Tata Guna Lahan Desa Otting.

“Sebelumnya, limbah sayur cuma dibuang. Kini, bisa jadi pakan gratis yang bikin ayam lebih sehat,” kata seorang anggota kelompok yang enggan disebut namanya.

Mahasiswa UNHAS berharap inovasi ini berkelanjutan, mendukung kesejahteraan peternak dan pengelolaan lingkungan di Desa Matompi.

Kegiatan ini bagian dari program Bina Desa MKPK Batch V UNHAS yang fokus pada pemberdayaan masyarakat pedesaan melalui ilmu pengetahuan terapan.