banner 728x90

Dr. Arbain: Sulsel Menjadi Harapan Nasional

  • Bagikan

NusantaraInsight, Makassar — Dengan adanya Kegiatan Literasi Jurnal di Sulawesi Selatan (Sulsel), saya optimis para pengelola jurnal di wilayah ini akan meraih peningkatan signifikan dalam kualitas pengelolaan jurnal mereka. Demikian ujar Dr. Arbain, Ketua Pengurus Pusat Relawan Jurnal Indonesia (RJI), saat membuka dan kegiatan bertempat di Kampus Universitas Teknologi Akba Makassar, Sabtu 16 September 2023.

“Sebagai bentuk keberlanjutan, para pengelola jurnal dapat berkonsultasi terkait dengan masalah pengelolaan jurnal kepada pengurus RJI Sulsel,” ujarnya. Arbain yang juga akademisi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, yang didampingi Ketua RJI Sulsel, Muh. Ilham Bakhtiar, akademisi Universitas Negeri Makassar (UNM).

Terkait Musda harapan Arbain, “Melalui agenda Musyawarah Daerah, pengurus baru RJI dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengelolaan jurnal di Sulsel. Melalui salah satu penasihat, Pengurus Daerah (Pengda) Sulsel dapat berkordinasi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLKDIKTI) Wilayah IX, untuk dapat mengedukasi seluruh pengelola jurnal dan pimpinan Perguruan Tinggi yang ada di wilayah Sulawesi,” paparnya.

BACA JUGA:  Kolaborasi Dosen Kesmas dan FEB UMPAR Dorong Edukasi Ekoenzim untuk Generasi Z Smart Iklim di SMK 3 Parepare

Dr. Ramlan Mahmud, Dewan Pengawas RJI Sulsel, sebagai mantan ketua periode kedua, menyebutkan RJI adalah forum kekeluargaan. Sembari mengungkapkan sejarah lahirnya RJI saat masa pandemi Covid-19 dimana menghadirkan pengurus dan anggota sangat sulit, hal yang sama juga diungkapkan Ilham, ketua demisioner.

Tampil sebagai pemateri; Prof. Amirullah, akademisi UNM, yang juga pengelola Jurnal Scopus Q1 dan Ahsan Yunus, SH. MH. pengelola Q2. dimoderatori Dr. Nani Harlinda Nurdin, akademisi Universitas Indonesia Timur (UIT). Pengelola jurnal yang hadir berjumlah 72 orang, dan mengikuti hingga akhir kegiatan sejak pagi hingga sore. Nurfardiansyah pengelola jurnal Sinta-2 yang juga akademisi Universitas Muslim Indonesia (UMI), menyebutkan literasi jurnal sangat penting bagi pengelola jurnal. (@)

  • Bagikan