Disdik-BKPSDMD Tegaskan Seleksi Kepsek SD–SMP Transparan dan Bebas Praktik Sogok

Dikatakan, dari hasil wawancara, ada nilai-nilai yang kita berikan kepada seluruh peserta. Semua dinilai secara objektif.

Kamelia berharap, hasil rekomendasi yang nantinya disampaikan kepada Wali Kota Makassar dapat menjadi dasar untuk memperkuat kualitas dunia pendidikan di Kota Makassar.

Ia menambahkan, seluruh hasil seleksi dari BKPSDMD telah direkap dan siap dilaporkan kepada Wali Kota Makassar. Namun, penyampaian laporan masih menyesuaikan agenda pimpinan daerah.

Menurut Kamelia, Dinas Pendidikan saat ini juga tengah melakukan sosialisasi kepada para peserta calon Kepsek terkait mekanisme seleksi, termasuk menjelaskan alasan mengapa sebagian peserta tidak dapat melanjutkan ke tahap wawancara.

Terkait waktu penetapan kepala sekolah, Kamelia menyebutkan bahwa Kepala Dinas Pendidikan mengusulkan agar proses ini dapat dituntaskan pada awal Januari, sehingga roda pendidikan di Kota Makassar dapat berjalan lebih optimal.

“Kalau jadwal, awal Januari sudah ada penetapan, supaya dunia pendidikan bisa berjalan lebih baik lagi,” ungkapnya.

Kamelia juga menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara transparan dan melibatkan tim penilai yang kredibel serta berintegritas tinggi.

BACA JUGA:  Pembekalan Khusus KKN Mahasiswa Unhas Penempatan Kabupaten Jeneponto

“Semua bisa dilihat secara terbuka, siapa saja yang ikut seleksi. Tim penilai juga merupakan orang-orang yang sangat kompeten dan profesional,” tegasnya.

Dia menyebutkan, tim seleksi terdiri dari berbagai unsur akademisi dan profesional, di antaranya Plt Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), akademisi dari Universitas Hasanuddin (Unhas), psikolog profesional, serta tokoh-tokoh yang memiliki reputasi baik di bidang pendidikan dan sumber daya manusia.

“Ada Plt Rektor UNM, ada Pak Idris, ada Bu Isma yang merupakan psikolog dan ahli di bidang rekrutmen, ada juga profesor dari Unhas, serta Pak Suryadi Culla pemerhati pendidikan,” tuturnya.

“Saya yakin mereka semua menjaga integritas dan tidak ingin merusak citra serta profesionalisme mereka dalam proses seleksi kepala sekolah ini,” tambah Kamelia.