Disdik-BKPSDMD Tegaskan Seleksi Kepsek SD–SMP Transparan dan Bebas Praktik Sogok

Setelah lolos Ukom, para peserta kembali diseleksi berdasarkan sejumlah persyaratan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan serta ketentuan dari kementerian terkait. Peserta yang memenuhi seluruh persyaratan tersebut kemudian berhak mengikuti tahapan wawancara.

“Setelah Ukom, ada persyaratan dari Dinas Pendidikan, persyaratan kementerian, dan lainnya. Itu semua diseleksi kembali oleh Dinas Pendidikan untuk menentukan siapa yang masuk ke tahap wawancara,” tambah Kamelia.

Dalam tahapan wawancara, setiap peserta dinilai secara menyeluruh. Penilaian dilakukan dengan pemberian skor berdasarkan indikator yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dikatakan, dari hasil wawancara, ada nilai-nilai yang kita berikan kepada seluruh peserta. Semua dinilai secara objektif.

Kamelia berharap, hasil rekomendasi yang nantinya disampaikan kepada Wali Kota Makassar dapat menjadi dasar untuk memperkuat kualitas dunia pendidikan di Kota Makassar.

Ia menambahkan, seluruh hasil seleksi dari BKPSDMD telah direkap dan siap dilaporkan kepada Wali Kota Makassar. Namun, penyampaian laporan masih menyesuaikan agenda pimpinan daerah.

Menurut Kamelia, Dinas Pendidikan saat ini juga tengah melakukan sosialisasi kepada para peserta calon Kepsek terkait mekanisme seleksi, termasuk menjelaskan alasan mengapa sebagian peserta tidak dapat melanjutkan ke tahap wawancara.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan ke-75 Gelar Kegiatan EEC di TBM Karama Cendekia

Terkait waktu penetapan kepala sekolah, Kamelia menyebutkan bahwa Kepala Dinas Pendidikan mengusulkan agar proses ini dapat dituntaskan pada awal Januari, sehingga roda pendidikan di Kota Makassar dapat berjalan lebih optimal.

“Kalau jadwal, awal Januari sudah ada penetapan, supaya dunia pendidikan bisa berjalan lebih baik lagi,” ungkapnya.

Kamelia juga menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara transparan dan melibatkan tim penilai yang kredibel serta berintegritas tinggi.

“Semua bisa dilihat secara terbuka, siapa saja yang ikut seleksi. Tim penilai juga merupakan orang-orang yang sangat kompeten dan profesional,” tegasnya.

Dia menyebutkan, tim seleksi terdiri dari berbagai unsur akademisi dan profesional, di antaranya Plt Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), akademisi dari Universitas Hasanuddin (Unhas), psikolog profesional, serta tokoh-tokoh yang memiliki reputasi baik di bidang pendidikan dan sumber daya manusia.

“Ada Plt Rektor UNM, ada Pak Idris, ada Bu Isma yang merupakan psikolog dan ahli di bidang rekrutmen, ada juga profesor dari Unhas, serta Pak Suryadi Culla pemerhati pendidikan,” tuturnya.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKN Unhas Kembangkan Digitalisasi Wisata Berkelanjutan di Objek Wisata Buntu Asa, Toraja Utara.

“Saya yakin mereka semua menjaga integritas dan tidak ingin merusak citra serta profesionalisme mereka dalam proses seleksi kepala sekolah ini,” tambah Kamelia.