Dalam Masyarakat Bima, Penyakit Bagian Makna Budaya & Spiritual

Martiningsih menekankan, pemahaman terhadap sistem kepercayaan dan budaya lokal ini penting bagi perawat agar bisa merancang asuhan keperawatan yang lebih empatik, personal, dan dapat diterima oleh pasien. Pendekatan yang mengabaikan aspek budaya justru berisiko menurunkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan dan memperbesar kesenjangan layanan kesehatan.

Dorong Keperawatan Kontekstual

Riset yang dilakukan Martiningsih ini mempertegas komitmen FIK UI dalam memajukan ilmu keperawatan berbasis evidence (fakta pendukung) dan berakar pada realitas sosial-budaya Indonesia. Melalui pendekatan “ethnonursing” (pendekatan keperawatan yang mempertimbangkan budaya dan nilai-nilai pasien dalam memberikan perawatan), Martiningsih telah menunjukkan bahwa pelayanan keperawatan yang bermakna tidak hanya ditentukan oleh protokol medis, tetapi juga oleh pemahaman terhadap nilai-nilai hidup masyarakat yang dilayani.

FIK UI menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi Dr. Martiningsih dalam memperluas cakrawala praktik keperawatan berbasis budaya. Temuan dari disertasi ini dapat menjadi dasar penting dalam pengembangan model asuhan keperawatan holistik, khususnya di komunitas yang memiliki budaya kuat, sekaligus menjadi wujud nyata semangat FIK UI Unggul dan “impactful” (berpengaruh kuat) dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat secara kontekstual.

BACA JUGA:  SLBN 1 Parepare Raih Juara Umum O2SN Sulsel

Dr.Martiningsih, S.Kep., M.Kep istri dari Fathurrahman Muhammad, S.H.I dan juga menantu K.H. Muhammad Hasan, B.A. tersebut menyelesaikan pendidikan SDN No. 3 Bima (1987), MTsn Padolo Bima (1990), SMAN 1 Bima (1993), D-3 Perawat dan Pendidikan Ahli Madya Keperawatan Soetomo Surabaya (1997), S-1 dan Profesi Ners di Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB) Malang (2005), S-2 Magister Ilmu Keperawatan FIK UI (2011) dan Doktor FIK UI (2025).

Sebelum berlabuh menjadi dosen Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Mataram Prodi Keperawatan Bima sejak 2008 hingga kini, Dr. Martiningsih pernah mengabdi sebagai dosen tidak tetap di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Mataram dan Stikes Yarsi 2006-2008. (mda).