Bupati Chaidir Syam Siap Lepas PKM Nasional ADPERTISI di Maros

Usai pertemuan dengan Bupati Maros, rombongan ADPERTISI langsung melanjutkan koordinasi teknis dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Maros Drs. Idrus, M.Si.

Dalam pertemuan tersebut turut bergabung Dr. Ismail, HA, SE, MM yang memaparkan gambaran teknis pelaksanaan PKM Nasional ADPERTISI 2026 di wilayah desa.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Maros Drs. Idrus, M.Si menyambut baik rencana kehadiran ratusan dosen tersebut. Menurutnya, masyarakat desa sangat membutuhkan pendampingan dalam pengembangan usaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Banyak BUMDes yang membutuhkan pendampingan, terutama dalam pengelolaan usaha dan pemasaran produk,” ujarnya.

Ia mencontohkan, di Desa Benteng Gajah telah berkembang budidaya Pisang Cavendish yang memerlukan pendampingan, khususnya dalam penanganan pascapanen karena tidak seluruh hasil produksi dapat terserap pasar.

Selain itu, sejumlah desa juga mengembangkan usaha gula aren dan pengolahan nira aren, seperti di Desa Pucak. Permasalahan yang dihadapi antara lain peremajaan pohon aren serta peningkatan kapasitas produksi.

Di sektor lain, budidaya kepiting bakau juga dinilai membutuhkan penguatan kapasitas produksi dan pemasaran. Secara umum, persoalan utama masyarakat desa masih berkaitan dengan pemasaran produk dan pengembangan pemasaran digital.

BACA JUGA:  Aruna Ikatuo Indonesia dan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah FBS UNM Kolaborasi Pelatihan Upskilling dan Reskilling untuk Dosen

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Maros berharap kehadiran ratusan dosen ADPERTISI dapat membantu menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan pemberdayaan masyarakat desa di daerah tersebut. ***