Selain itu, sejumlah desa juga mengembangkan usaha gula aren dan pengolahan nira aren, seperti di Desa Pucak. Permasalahan yang dihadapi antara lain peremajaan pohon aren serta peningkatan kapasitas produksi.
Di sektor lain, budidaya kepiting bakau juga dinilai membutuhkan penguatan kapasitas produksi dan pemasaran. Secara umum, persoalan utama masyarakat desa masih berkaitan dengan pemasaran produk dan pengembangan pemasaran digital.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Maros berharap kehadiran ratusan dosen ADPERTISI dapat membantu menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan pemberdayaan masyarakat desa di daerah tersebut. ***












