Prof.Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A. Mengenang Ayahnya. Buku ‘Bunga Rampai Sosiologi’ pada Tahun Kelahiran

Prof.Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu
Prof.Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu membacakan puisi untuk ayahnya

Papa..kepergianmu ditandai dengan langit yang turut berduka
Semua riuh rendah mengingat amal kebaikanmu..
Kepergianmu diberkahi dengan riuh rendah muslimin-muslimat yang turut mendoakanmu dan menyalatkamu…Masya Alllah…
Betapa Allah Maha Baik kepadamu Ayah, Bapak …
Tangis ini bercampur rindu sesungguhnya..
Kami masih butuh kasih sayangmu..
Kami ingin dipeluk dan memelukmu..
Kami masih ingin mendengar semua nasihat dan petuahmu..
Kami masih ingin melihat senyum dan semangatmu..
Kami masih ingin meniru taatnya ibadahmu…Pak…
Dan kami masih merindukan doa-doamu…
Bagaimana engkau beramal dan menghargai sesama..
Bagaimana engkau mengajarkam kami untuk toleran kepada semua orang secara sama..
Bapak.. kami masih butuh mendengarmu..
Mendoakan seluruh keturunanmu dan keluargamu.
Namun…saat ini kami hanya bisa memandang nisanmu di bawah pohon.
Di bawah pohon rindang itu kami hanya bisa mengenang..
Jasa dan kebaikanmu, Bapak…
Kami menuruti semua petuahmu meneruskan semua amanahmu…
Doa kami mengiringi kepergianmu…
Semoga Allah mengampuni segala dosamu Bapak…
Semoga Allah menerima semua amalan ibadahmu..Bapak…
Semoga Alllah memberi tempat terbaik di surga-Nya…
Semoga engkau tersenyum di sini, Bapak…melihat banyaknya orang yang hadir walaupun mereka belum mengenalmu secara langsung..
Semoga teladan mengilhami hidup seluruh anak keturunanmu..
Semoga kami ‘sharing’ kepada teman-teman sebagai amal jariah..bagimu..
Selamat jalan, Bapak
Selamat bertemu kembali dengan Mama..
Insha Allah kita bertemu di dalam surga Allah saw..
Terima kasih Ayah..
Terima kasih Bapak..
Terima kasih Opa..
Yang selalu memberi kehangatan dan cinta bagi kami,
Selamat jalan..Bapak…”

“Assalamu alaikum ww.,” Dwia membacakan dan mengakhiri puisi ini dengan penuh perasaan dan penghayatan penuh.
Ketika membaca dan menghayati puisi itu, di ruang imaji saya terbayang wajah almarhum H.Masri bin Harmain Pulubuhu, lelaki yang saya kenal pada paruh tahun 1980-an. Subhanallah! (M.Dahlan Abubakar).

BACA JUGA:  Hari Kedua di Kenya, Presiden Jokowi Bertemu Presiden William Ruto

.,