Pertumbuhan Ekonomi Di Tengah Ketidakpastian

Ekspor (6,78%) dan Konsumsi Rumah Tangga (4,89%) mengalami pertumbuhan tinggi. Ekspor didorong oleh kenaikan nilai ekspor nonmigas dan kunjungan wisatwan mancanegara. Sementara peningtakan Konsumsi Rumah Tangga didorong oleh pergeseran momen Ramadan dan Idul Fitri.

Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2025 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 54,53%; diikuti oleh komponen PMTB sebesar 28,03%; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 22,30%; Komponen PK-P sebesar 5,88%; Komponen Perubahan Inventori sebesar 3,09%; dan Komponen PK-LNPRT sebesar 1,39%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDB Pengeluaran memiliki peran sebesar 19,74%.

Dalam struktur PDB ini, maka terlihat dengan jelas bahwa PK-RT dan PMTB merupakan komponen dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi pada triwulan I-2025. Dengan total kontribusi sebesar 82,56%.

Ekonomi Indonesia triwulan I-2025 dibanding triwulan IV-2024 (q-to-q) mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,98%. Kontraksi terjadi pada hampir semua komponen, kecuali Komponen PK-LNPRT yang tumbuh sebesar 1,02% dan komponen PK-RT yang tumbuh sebesar 0,55%. Sementara itu, kontraksi terdalam terjadi pada Komponen PK-P sebesar 39,89%; diikuti oleh Komponen PMTB sebesar 7,40%; dan Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 6,11%. Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang juga terkontraksi sebesar 10,20%.

BACA JUGA:  YUK, KE MEKKAH NAIK UNTA KURUS (2)

*Ketenagakerjaan*

Melambatnya pertumbuhan ekonomi tercermin juga dalam data ketenagakerjaan. Berdasarkan data, angka pengangguran meningkat menjadi 0,08 juta orang. Dari semula 7,20 juta orang (Februari 2024) menjadi 7,28 juta orang (Februari 2025). Walau secara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun tipis dari 4,82% ke 4,76%.

Dalam kurun year on year tersebut terjadi penyerapan tenaga kerja sebanyak 3,59 juta orang. Lapangan usaha Perdagangan, Pertanian, dan Industri Pengolahan, menjadi sektor tertinggi peningkatan tenaga kerja, yaitu masing-masing sekitar 0,98 jura orang, 0,89 juta orang, dan 0,72 juta orang.

Catatan lainnya adalah dari 216,79 juta penduduk usia kerja pada Februari 2025, sebanyak 153,05 juta orang di antaranya merupakan angkatan kerja. Dengan demikian, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 70,60%.

Sementara itu, proporsi pekerja informal mengalami peningkatan, terutama didorong oleh bertambahnya penduduk yang berusaha dibantu buruh tidak tetap. Sedangkan, proporsi pekerja penuh meningkat dan tingkat setengah pengangguran menurun.

*Bebarapa Tanggapan*

Terkait pertumbuhan ekonomi triwulan I 2025 sebesar 4,87% ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa pemerintah terus menjaga otimisme dan kewaspadaan.

BACA JUGA:  Iran, Please Stop !

“Perekonomian Indonesia tetap menunjukkan kinerja yang cukup resilien. Komitmen Pemerintah adalah memastikan APBN bekerja optimal dalam melindungi masyarakat dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” terang Menkeu dalam rilis resminya (6/5).

Di sisi lain, pemerintah juga terus memperkuat strategi menghadapi tantangan global. Upaya ini dilakukan melalui deregulasi, kolaborasi antar Kementerian/Lembaga, serta penguatan diplomasi ekonomi di forum internasional seperti Spring Meeting, G20, dan ASEAN+3 Finance Ministers’ Meeting. Pemerintah juga membuka pasar ekspor baru dan mendorong sektor bernilai tambah seperti hilirisasi industri dan transformasi digital.