Semalam aku baca buku Bang Maman lagi.
Malam makin larut. Dingin. Sepi.
Dan tiba-tiba… mantra Ibu hidup lagi di kepalaku.
Aku bangun. Wudhu.
Lalu sujud. Lama.
Sampai sajadah basah.
_“Ya Allah…
Kalau selama ini lisanku pernah melukai orang, ampuni aku.
Aku gagal menjaga amanah Ibu._
_Ya Rabb…
Kalau ada kata orang yang menyakiti aku,
aku tidak pernah membalas.
Aku hanya mengadu kepada-Mu.
Karena aku takut mengkhianati pesan Ibu._
_Ya Allah Sang Maha Kasih…
Jangan tinggalkan aku sedetik pun._
_Dan untuk Ibu…
Peletak kata paling indah dalam hidupku.
Ampuni dosa-dosanya.
Terima amal baiknya.
Tempatkan ia bersama Ayah,
di tempat paling indah di sisi-Mu.
Dalam singgasana kasih sayang-Mu.
Aamiin…”_
Sujud itu terasa paling lama.
Karena di dalamnya ada semua kata Ibu.
Mantra yang menemaniku dari SD, sampai hari ini.
Mantra yang akan kubawa… sampai mati.
—


br
br
br






br
br






br