Maka pertanyaannya kini menjadi lebih mendesak: Kapan Amerika menghukum Israel?
Bukan hanya untuk membela rakyat Palestina. Tapi demi menjaga wibawa hukum internasional. Demi menjaga integritas Amerika sendiri di mata dunia. Karena jika Israel dibiarkan melanggar gencatan senjata tanpa konsekuensi, maka Amerika sedang mengirimkan pesan kepada dunia bahwa hukum hanya berlaku untuk musuh, bukan untuk teman.
Dan lebih dari itu, Amerika juga perlu bertanya kepada dirinya sendiri: sampai kapan mendukung penjajah? Sampai kapan mengucurkan miliaran dolar untuk mendanai rudal yang menghancurkan rumah sakit? Sampai kapan membiarkan nama baiknya dicemari oleh kejahatan perang yang dilakukan atas restunya?
Masih ada waktu untuk Amerika memperbaiki arah.Mumpung gejolak warga Amerika dan tokoh-Tokoh Nasional terbelalak matanya akan penderitaan Palestina sebagai korban kebiadaban Israel. Masih ada kesempatan untuk menunjukkan bahwa hukum internasional bukan basa-basi. Amerika bisa menjatuhkan sanksi ekonomi, menangguhkan bantuan militer, bahkan membawa pelanggaran Israel ke Dewan Keamanan PBB. Bukan tidak mungkin. Amerika pernah menghukum negara lain yang bersekutu dengannya ketika melanggar kesepakatan—kenapa tidak kepada Israel?
Jika tidak sekarang, kapan?
Jika bukan atas pelanggaran gencatan senjata yang disepakati bersama, atas nyawa-nyawa yang kembali melayang hanya sehari setelah perjanjian damai diteken, maka hukuman seperti apa yang bisa membuat Israel jera?
Bila Amerika memilih untuk bungkam, maka dunia akan tahu bahwa Amerika bukan lagi penjaga hukum internasional. Ia hanya menjadi negara dengan kekuatan besar yang buta arah moralnya. Dunia tak butuh penengah yang berat sebelah. Dunia butuh keberanian untuk berkata benar, meski terhadap sekutu sendiri.
Maka narasi ini bukan hanya jeritan untuk Gaza, tapi untuk martabat dunia yang diinjak-injak oleh impunitas. Dunia sedang menanti: Kapan Amerika menghukum Israel? Jangan sampai pertanyaan ini menjadi bukti bahwa keadilan telah mati di tangan para penjaga kepentingan.
26Juni2025












