Kalah Tapi Tetap Sombong

Netanyahu, yang sudah terbiasa menipu rakyatnya sendiri dan dunia internasional, kini menipu dirinya sendiri. Ia tahu Israel tidak menang. Ia tahu sistem pertahanannya jebol. Ia tahu rakyatnya mulai kehilangan kepercayaan. Tapi karena warisan ideologisnya, ia tidak bisa mengakui kelemahan. Ia memilih kesombongan daripada kebenaran.

Namun dunia tidak sebodoh itu. Dunia tahu bahwa Iran tidak sedang bermain-main. Serangan yang mereka luncurkan adalah bentuk penegasan, bahwa dominasi Israel bukan lagi mutlak. Bahkan negara yang selama ini dikenai embargo, diisolasi, dan dikucilkan, bisa menghantam pusat kekuatan musuhnya secara langsung.

Rakyat Palestina yang sudah puluhan tahun menderita, tersenyum tipis. Bukan karena mereka suka perang. Tapi karena untuk pertama kalinya, Israel merasa apa yang mereka rasakan.

Untuk pertama kalinya, penjajah merasa takut di tanah yang mereka rampas. Dan untuk pertama kalinya, dunia mulai membuka mata, bahwa mereka yang selama ini mengaku korban, ternyata adalah pelaku. Mereka pandai memainkan Flying the Victim.

Kesombongan adalah penghalang utama bagi hidayah. Itulah sebabnya sebagian besar Bani Israil menolak kebenaran meskipun sudah melihat mukjizat. Dan itulah sebabnya, Israel hari ini terus menolak realitas meski kepalanya sudah berdarah.

BACA JUGA:  DARI MAKASSAR KE MANHATTAN: DUA WAJAH POLITIK YANG KEMBALI BERPIHAK PADA MANUSIA.

Netanyahu mungkin bisa berdiri di podium dan berteriak “Kami menang!”, tapi fakta berkata lain. Rudal Iran telah menembus harga dirinya. Dunia sudah melihat topeng Israel retak. Dan sejarah akan mencatat bahwa pada masa ini, Israel pertama kalinya digertak habis-habisan, dan tetap memilih sombong.

Karena itulah, kekalahan sejati bukan ketika jatuh, tapi ketika menolak mengakui bahwa kita jatuh. Dan Israel, hari ini, telah kalah dua kali: di medan perang, dan di dalam hatinya sendiri. Sebab sebagaimana firman Allah:
“Sesungguhnya orang yang sombong di muka bumi tanpa alasan yang benar, mereka tidak akan mendapat petunjuk.”
(QS. Al-A’raf: 146)

Dan mereka akan terus tersesat, hingga kesombongan itu mengubur mereka dalam kehinaan.

26Juni2025