Mengenal Lebih Dekat Astrini Syamsuddin, Penulis dengan Genre Self-Help Religius

“Serius ta bikin buku,” puji saya.

Tak lama berselang, datang Adil Akbar, guru SMAN 10 Makassar, yang juga seorang cerpenis.

Adil Akbar, yang antologi cerpennya “Secangkir Kopi yang Berkisah” akan didiskusikan, membawakan saya fotokopian jurnal tentang “Jaringan Perdagangan dan Jaringan Islam”.

Setelah itu, bergabung Yul dan Uni, dari Komunitas Jalan Bareng Makassar. Obrolan pun mengalir seputar buku dan kepenulisan.

Saya mengomentari pengantar penulis dalam buku Rini. Dia berkisah pengalaman masa kecilnya kala mengikuti pesantren kilat di tempat pengajiannya.

Kala itu, Rini dan teman-temannya diberi games, menulis 10 nama yang dianggap penting pada lembaran kertas. Dia pun menulis nama ibu-bapaknya, saudara-saudara, dan teman-temannya.

Setelah itu, nama-nama yang ada dibuang satu demi satu. Di pengujung games, ustaznya memungut kertas-kertas yang dibuang, dan mencermatinya.

Ustaznya bertanya, “Mengapa tak ada yang menulis Allah sebagai nama yang penting dalam kehidupan kita?”

Seketika semuanya tersentak. Diam.

Pengalaman masa kecil itulah yang rupanya jadi pemantik idenya. Rini terus merenung, bertanya-tanya.

BACA JUGA:  Mesjid Umar Bin Khattab, 1 Muharram 1446 Hijriah

“Seorang anak polos yang merasa bersalah karena tidak bisa mencintai Tuhannya.” Begitu yang ada dalam ingatannya.

Dalam perjalanan usia, Rini diberi hidayah. Buku yang ditulisnya ini semacam hasil kontemplasi, pemadatan atas temuannya akan cinta Tuhan.

“Tak ada rindu yang lebih besar selain mencintai Allah. Tak ada cinta yang lebih besar selain mencintai Allah, begitupun kekasih-Nya.”

Buku ibu dua anak kelahiran Ujung Pandang, 25 Juni ini, layak dimiliki. Buku ini lebih dari sekadar bacaan. Boleh disebut, bukunya merupakan buku religi tetapi tidak bermuatan doktrin agama.

Rini menulis buku yang kental dengan religiusitas, yang bisa disebut sebagai buku self-help religius karena dia fokus pada praktik spiritual demi perbaikan kualitas hidup. Ada doa, zikir, healing, dan manajemen hati dengan pendekatan agama, khususnya Islam.

Rini bernama lengkap Astrini Syamsuddin, S.Pd.I, CHt, C.PS, C.Mt, C.HTc, C.IB, CPSM. Ia merupakan alumni Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah di Universitas Islam Makassar (UIM).

Pendongeng Kota Makassar, yang pernah mengajar sebagai dosen dalam Program Praktisi Mengajar Kampus Merdeka dan Wirausaha Merdeka ini, tertarik pada isu-isu pendidikan, sosial, dan perdamaian.

BACA JUGA:  KHOTBAH FILSAFAT HIDUP LEWAT LAGU

Ia pernah terlibat dalam berbagai gerakan kreatif, seperti Guardians of Peace V – KITA Bhinneka Tunggal Ika, dan Sahabat Cahaya Inspirasi.

Sebagai pekerja seni, Rini dikenal mumpuni di bidang koreografi tari, pelatih pentas tari, yang telah menjajal banyak panggung pertunjukan.