Pada bagian akhir sambutannya, Indira mengutip beberapa bagian dari puisi karya Dorothy Law Nolte yang berjudul “Anak-Anak Belajar dari Apa yang Mereka Alami dalam Kehidupan Ini”. Dia kemudian menutup sambutannya dengan mengatakan “Dari Keluarga, Kehidupan Anak Mulai Menapak, dari Hatinya PKK, Kita Wujudkan Makassar Kota Layak Anak”. (*)
Indira Jusuf Ismail, PKK, dan Kota Layak Anak
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

“Kemajuan teknologi AI harus diarahkan sebagai instrumen untuk memperluas ruang perjumpaan seperti yang diusung dalam Dialog Budaya ini, bukan sebagai dinding pemisah baru. Generasi Alpha perlu diajarkan etika digital bahwa…

Ramadhan memang bulan penuh berkah. Bulan ampunan. Bulan di mana pintu-pintu langit terbuka lebar. Namun bagi saya, Ramadhan juga adalah bulan kenangan—tentang suara Ibu di waktu sahur, tentang nasihat Ayah…

Ada pula di luar Makassar, yaitu Phoenam Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Phoenam Kahfi, Jakarta Selatan, dan Phoenam Kopkar Tonasa, Pangkep. “Selain cabang-cabang itu, bukan Phoenam asli 1946,” tegas Deddy mengingatkan…

Adanya “Ancaman kemerdekaan pers dan kekerasan digital”. Meskipun kebebasan pers dijamin Undang-Undang (UU) No.40 Tahun 1999, namun catatan tahun 2025 menunjukkan penurunan indeks kemerdekaan pers yang cukup mengkhawatirkan. Kekerasan terhadap…

Menyongsong Masa Depan: Kolaborasi dan Inovasi Menjelang 2030, pers lokal harus berani berinovasi. Model bisnis media perlu dikembangkan, misalnya melalui konten berbayar yang berkualitas, kerja sama dengan UMKM lokal, atau…







