Itulah mengapa, kegiatan pencanangan dipelopori oleh ibu-ibu PKK karena dia yakin dan percaya bahwa keluarga merupakan tempat pendidikan pertama dan utama. Pemenuhan hak-hak anak akan terpenuhi dengan baik, bila perlakuan terhadap ibu dan perempuan juga semakin baik. Dalam Millennium Development Goals (MDGs) atau Tujuan Pembangunan Millenium, jelas sekali hal ini disebut, antara lain: Mengembangkan kesetaraan dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kematian anak, dan meningkatkan kesehatan ibu melahirkan.
Karena itulah, dirinya optimis, dengan sentuhan dan kasih sayang ibu-ibu dan dukungan semua pihak, Insya Allah, PKK Kota Makassar menargetkan Makassar akan memperoleh penghargaan sebagai Kota Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Sudah banyak yang dilakukan ke arah itu, seperti, akta kelahiran gratis, pendidikan gratis/wajib belajar 12 tahun, angka partisipasi PAUD, bus sekolah, zona aman sekolah, Forum Anak, pojok ASI dan pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan tambahan untuk menekan prevalensi gizi buruk, kawasan tanpa rokok, dan nanti akan ada taman tematik yang bisa dimanfaatkan oleh anak-anak untuk pengembangan kreativitas mereka. Program-program yang sudah dan pernah ada akan dimaksimalkan, sementara yang belum akan dibuat dan dikembangkan sesuai kriteria Kota Layak Anak.
Pada bagian akhir sambutannya, Indira mengutip beberapa bagian dari puisi karya Dorothy Law Nolte yang berjudul “Anak-Anak Belajar dari Apa yang Mereka Alami dalam Kehidupan Ini”. Dia kemudian menutup sambutannya dengan mengatakan “Dari Keluarga, Kehidupan Anak Mulai Menapak, dari Hatinya PKK, Kita Wujudkan Makassar Kota Layak Anak”. (*)












