Dari Dapur ke Kelas: Belajar Matematika dari Burasa’

Dari Dapur ke Kelas: Belajar Matematika dari Burasa'
Abdul Wahab A

Oleh: Abdul Wahab A

NusantaraInsight, Bandung — Siapa bilang matematika itu hanya ditemukan di kelas dan membosankan? Ternyata, matematika bisa ditemukan di mana saja, bahkan dalam makanan tradisional Bugis yang lezat, namanya Burasa’.

Jika kita mau melihat lebih dekat, kita sebenarnya dapat menemukan bahwa banyak konsep matematika dalam budaya dan praktik keseharian kita. Seperti contoh menarik yang disebutkan di atas, yaitu pada Burasa’, makanan tradisional Bugis.

Burasa’, juga dikenal dengan istilah buras, adalah makanan tradisional dari Sulawesi Selatan. Makanan ini sering dibuat oleh masyarakat Bugis, terutama pada perayaan hari-hari lebaran. Bahkan bagi sebagian masyarakat Bugis, rasanya tidak lengkap momen lebaran tanpa Burasa’. Makanan yang terbuat dari nasi yang dimasak dengan santan, kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dikukus, memiliki rasa gurih yang khas.

Namun siapa sangka, di balik rasanya yang gurih dan lezat, Burasa’ menyimpan banyak potensi bahan kajian konsep matematika yang dapat dieksplorasi dari bentuk dan proses pembuatannya. Dibawah ini, beberapa contoh pendekatan yang bisa digunakan oleh guru untuk mengajarkan matematika kepada siswa.

BACA JUGA:  Hari Pers Nasional 2024 Pers di Tengah Disrupsi Informasi

Geometri dalam Burasa’

Proses pembuatan Burasa’ melibatkan banyak prinsip geometri. Misalnya, bentuk persegi panjang dari daun pisang yang digunakan untuk membungkus beras, teknik melipat daun pisang yang menghasilkan bentuk silinder, dan penataan Burasa’ dalam wadah kukusan yang memanfaatkan ruang dengan efisien. Konsep-konsep ini dapat digunakan untuk mengajarkan siswa tentang bentuk geometris, pengukuran, dan tata ruang.

Proporsi dan Rasio dalam Burasa

Membuat Burasa’ membutuhkan proporsi dan rasio yang tepat antara beras, santan, dan bumbu lainnya. Misalnya, berapa banyak santan yang diperlukan untuk jumlah beras tertentu agar Burasa’ memiliki rasa dan tekstur yang sempurna. Ini adalah contoh kasus yang bagus untuk mengajarkan siswa tentang konsep proporsi dan rasio dalam matematika.

Pengukuran dan Perhitungan dalam Burasa

Dalam pembuatan Burasa’, setiap bahan harus diukur dengan tepat. Berapa gram beras yang digunakan? Berapa mililiter santan yang diperlukan? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengukus Burasa’? Semua ini melibatkan pengukuran dan perhitungan, yang merupakan keterampilan dasar dalam matematika.

BACA JUGA:  Raodatul Jannah dan Warna-Warni String Art Bergaya Pop-Art

Mengajarkan siswa untuk melakukan pengukuran ini dapat membantu mereka memahami pentingnya akurasi dan presisi dalam matematika.
Pola dan Simetri dalam Burasa
Cara melipat dan membungkus Burasa’ juga dapat digunakan untuk mengajarkan konsep pola dan simetri.

Setiap Burasa’ dilipat dan diikat dengan cara yang sama, menciptakan pola yang konsisten dan simetri yang indah. Ini adalah contoh nyata dari bagaimana matematika dapat ditemukan dalam seni dan kerajinan tradisional.

Menggunakan Burasa’ sebagai bahan ajar dalam matematika tidak hanya membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan relevan bagi siswa, tetapi juga membantu mereka menghargai budaya mereka sendiri. Pendekatan kontekstual ini dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan membuat mereka lebih antusias dalam belajar matematika.

Belajar matematika dari Burasa’ adalah salah satu contoh bagaimana kita dapat mengintegrasikan budaya lokal dalam pendidikan. Dengan mengeksplorasi konsep-konsep matematika yang ditemukan dalam pembuatan Burasa’, guru dapat menciptakan pengalaman belajar matematika yang lebih bermakna dan menarik.

Selain itu, pendekatan ini juga membantu siswa menghargai warisan budaya mereka sendiri dan memahami bahwa matematika tidak hanya ada di buku teks, tetapi juga di sekitar mereka dalam kehidupan sehari-hari.