“Dalam upaya mencari keuntungan bagi Israel, mereka dengan keras menekan perbedaan pendapat dan mengintimidasi seluruh Kongres. Mereka masih melakukannya. Mereka mengalahkan para anggota legislatif yang mengkritik Israel,”kata Findley.
Di Kongres Amerika, “American Israel Public Affairs Sommittee” (AIPAC) — Komisi Masalah-masalah Umum Amerika Israel — merupakan salah satu singkatan (akronim) yang paling terkenal di Kota Washington. Siapa pun yang berbicara tentang Timur Tengah akan terkesima atau menjadi tegang jika sepatah singkatan itu disebut, AIPAC.
Pada tahun 1967 sebagai anggota kongres yang baru menjadi Komisi Luar Negeri Findley belum pernah mendengar singkatan itu. Pada suatu hari dalam obrolan bersifat pribadi di ruang Komisi, dia mengecam serangan militer Israel atas Syria. William S. Broomfield, anggota Kongres dari Partai Republik asal Michigan, sambil tersenyum menanggapi.
“Tunggu saja sampai “Si” Kenen mendengar kecaman Anda,” Broomfield berkata dan memaksudkan “si Kenen” itu adalah I.L.Kenen, direktur Eksekutif AIPAC, yang Findley sama asingnya organisasi yang dipimpinnya. Belakangan Findley tahu bahwa Broomfiled tidak bergurau. AIPAC seringkali mengetahui apa yang diucapkan oleh para anggota Kongres tentang kebijaksanaan Timur Tengah, bahkan dalam obrolan-obrolan pribadi.
Dan mereka mengecam Israel berarti siap terlempar keluar arena politik.
AIPAC hanya satu dari berbagai lobi Israel, tetapi pengaruhnya atas kebijaksanaan publik langsung dan nyata. Komisi telah sangat berhasil mengendalikan seluruh kegiatan Bukit Capitol tentang kebijaksanaan Timur Tengah. Para anggota “House” (Parlemen) dan Senat menaati setiap instruksinya karena umumnya mereka menganggap AIPAC menjadi wakil langsung Bukit Capitol dan merupakan kekuatan politik yang bisa membuka atau menutup peluang mereka dalam pemilihan umum berikutnya.
Dalam catatan Findley, pengaruh AIPAC belum terlalu lama mengakar. Beberapa tahun berselang, yang dianggap suara pro-Israel paling tangguh di Washington adalah sidang para ketua 38 organisasi utama Yahudi,” Conference of Presidents of Major Jewish Organization”. Liga Anti Penistaan (Anti Defamation League — ADL), Komite Yahudi Amerika (American Jewish Committee, AJC) dan AIPAC menjadi bayang-bayangnya. Dua yang disebut terakhir memiliki anggota 5.000 anggota. Sedangkan ADL secara teknis dibawahi B’nai B’rith yang menghimpun 50.000 anggota di seluruh dunia. Teta[I ADL membayar sendiri kegiatannya dan sangat independen.
Dari seluruh organisasi Yahudi, yang benar-benar terlibat dalam kegiatan politik mungkin tidak lebih dari 250.000 orang. Berkala AIPAC paling terkenal. “Near East Report” (NER) diedarkan pada sekitar 60.000 pembaca. Tapi organisasi ini yakin dibaca oleh sebagian penduduk Amerika. Berkala ini diedarkan cuma-cuma kepada media massa, anggota Kongres, pejabat penting pemerintah dan para tokoh penentu kebijaksanaan luar negeri. Para anggota AIPAC sendiri memperolehnya “gratis” setelah membayar iuran tahunan sebesar $ 35.













