Catatan MDA: Potret Hukum yang “Berbulu”

Berdasarkan realitas penegakan hukum tersebut, publik tidak pernah betul percaya bahwa pemerintah dari waktu ke waktu akan mampu menegakkan keadilan secara bermartabat. Penegakan hukum masih akan tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Keadilan akan tetap ‘berbulu’ dikaitkan dengan relasi kekuasaan. Padahal, negara ini sudah sejak dulu memproklamasikan diri sebagai negara hukum. Meskipun hanya sebuah utopia pada tataran narasi dan literasi belaka. Itulah wujud keadilan yang “berbulu”. (*).

BACA JUGA:  Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap