Makassar, NusantaraInsight – Komitmen penegakan hukum tanpa pandang bulu kembali dibuktikan secara nyata oleh Unit Jatanras Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Makassar.
Jajaran reserse ini sukses mengungkap dan mengusut tuntas kasus tindak pidana penyekapan serta pemerkosaan yang menimpa seorang mahasiswi asal Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), yang sempat menggegerkan publik Makassar pada Mei 2026 lalu.
Atas dedikasi tinggi dan keberhasilan menjaga keadilan tersebut, Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar, AKP Sangkala, SH, MH, CPHR, diganjar penghargaan khusus langsung dari Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum, pada Kamis (15/10/2026).
Momen penganugerahan penghargaan antarprovinsi yang penuh khidmat ini digelar di Markas Polrestabes Makassar. Prosesi penyerahan tersebut disaksikan langsung oleh Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, SIK, M.Si, bersama Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Justian.
Pencapaian ini menjadi catatan manis sekaligus impresif dalam rekam jejak penegakan hukum. Pasalnya, korban yang merupakan mahasiswi asal Nunukan, Kaltara, mendapatkan perlindungan hukum penuh dan penanganan ekstra cepat saat menjadi korban kejahatan di wilayah hukum Polrestabes Makassar. Tanpa membedakan latar belakang maupun daerah asal, Unit Jatanras bergerak responsif, profesional, serta humanis hingga perkara berhasil diusut tuntas.
Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, menegaskan bahwa performa impresif Polrestabes Makassar—khususnya Tim Jatanras—sangat layak menjadi role model kepolisian di Indonesia. Respon cepat sejak penerimaan laporan awal, ketelitian pengumpulan bukti lapangan, hingga determinasi memberikan rasa adil bagi korban menjadi alasan utama apresiasi bergengsi ini dilayangkan.
Menanggapi penghargaan tersebut, AKP Sangkala—sosok perwira reserse yang dikenal dingin, tegas, namun sangat responsif—menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya. Ia menilai, apresiasi resmi dari kepala daerah di luar Pulau Sulawesi ini merupakan sebuah kebanggaan besar sekaligus amanah berat bagi institusi kepolisian setempat.
“Terima kasih setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Kalimantan Utara atas apresiasi ini. Penghargaan ini bukanlah milik saya pribadi, melainkan buah kerja keras seluruh personel Unit Jatanras Polrestabes Makassar yang tak kenal lelah bekerja siang dan malam. Ini adalah bukti sahih bahwa kami berdiri tegak tanpa membeda-bedakan siapa korbannya dan dari mana asalnya. Selama aksi kejahatan terjadi di wilayah kami, pasti akan kami sikat tuntas!” tegas AKP Sangkala.
Perwira berpangkat tiga balok emas tersebut menambahkan, penghargaan lintas daerah ini bakal menjadi bahan bakar penyemangat bagi seluruh personel Jatanras di Makassar maupun di seluruh Indonesia untuk terus menjaga marwah Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Bagi kami, profesionalisme adalah harga mati. Tim Jatanras akan terus mengasah kemampuan, memperkuat soliditas internal, serta menguatkan sinergi dengan berbagai pihak demi memastikan setiap kasus terkuak terang benderang dan menghadirkan keadilan sejati bagi para korban,” tambah Sangkala penuh optimisme.
Sementara itu, jajaran pimpinan Polrestabes Makassar menyambut hangat apresiasi antarprovinsi ini. Penghargaan tersebut menjadi bukti otentik bahwa tingkat kepercayaan publik (public trust) terhadap kinerja Polri, khususnya di Polrestabes Makassar, kian solid dan harum hingga melintasi batas Pulau Sulawesi.












