Dalam tangan Eko, Teater Lho Indonesia bukan sekadar lembaga kesenian, melainkan komunitas spiritual yang memandang teater sebagai laku hidup: tempat menafsir dunia, menyalakan cahaya, dan merawat kenangan.
Maka “Sejauh Ini, dari Lakon ke Lakon” bukan sekadar kronik pertunjukan. Ia adalah perjalanan batin seorang sutradara, yang setia mencari makna hidup di tengah absurditas dunia, dan percaya bahwa setiap pertunjukan — sekecil apa pun — adalah cara manusia berbicara dengan keabadian.
Oleh karenanya, perjalanan Teater Lho Indonesia dari Orang Kasar hingga Borka adalah catatan panjang tentang kesetiaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Dari ruang-ruang sederhana hingga gedung pertunjukan modern, dari suara anak-anak hingga renungan eksistensial, semuanya berangkat dari kegelisahan yang sama: bagaimana memahami manusia dalam segala kompleksitasnya.
Eko Wahono bukan hanya sutradara, tetapi penafsir zaman. Ia menjadikan teater bukan sekadar peristiwa artistik, melainkan cara hidup. Dan bagi kita yang menyaksikan perjalanannya, teater menjadi ruang belajar — tentang kejujuran, kebersamaan, dan cinta yang tidak lekang oleh waktu.
#Akuair-Ampenan, 23-10-2025












