“Mungkin banyak di antara kita merupakan tamatan sekolah ini. Bahkan anak-anak dan cucu-cucu kita masih menikmati peninggalan Pak Harto tersebut,” papar Muhammad Burhanuddin.
Belum lagi bagi mereka yang semasa kuliah menikmati beasiswa Supersemar. Ada ribuan orang yang terbantukan melalui program ini yang tersebar di berbagai kampus di Tanah Air.
“Mereka ini bahkan ada yang jadi guru besar, teknokrat, politisi, jenderal, dan beragam profesi lainnya, yang dengan ilmunya mereka sudah darma baktikan bagi bangsa dan negara ini,” terang dia.
Masih menurut Muhammad Burhanuddin, keberhasilannya Pak Harto dapat pula ditelusuri pada Program Keluarga Berencana (KB), di mana tingkat fertilitas berhasil ditekan, yang kemudian berkorelasi dengan menurunnya presentasi penduduk miskin pada masa itu.
Belum lagi pembangunan infrastruktur di masa Pak Harto, tak kalah gencar. Jalan raya, tol, jembatan, pelabuhan, hingga bandar udara internasional dibangun untuk mendukung mobilitas dan konektivitas. Sarana dan prasarana fisik ini membuat kota-kota di Indonesia menjadi lebih moderen dan metropolitan.
Paling krusial dari peran Pak Harto, lanjutnya, adalah beliau merupakan salah satu aktor utama dalam penumpasan PKI (Partai Komunis Indonesia). Beliau juga yang memimpin dan melakukan konsolidasi politik dan militer pasca peristiwa 1965 tersebut.
“Karena itu, Garuda Asta Cita Nusantara menilai Pak Harto sangat layak diberi penghargaan sebagai Pahlawan Nasional,” pungkas Muhammad Burhanuddin. (*)












