News  

Membangun Kaltara Lewat Pendidikan dan Literasi: Catatan Silaturahmi Tokoh Pemuda dan Insan Pers

Silaturahmi ini turut dihadiri Direktur Utama PT Pedoman Rakyat Utama yang juga Bendahara PWI Sulsel, James Wehantouw, serta Dewan Redaksi sekaligus Manajer Iklan Pedomanrakyat.co.id, Muhammad Thalib Ramadhan (Ramzi). Kehadiran para praktisi media ini memperkuat ruang dialog antara birokrasi, pemuda, dan pers dalam memetakan berbagai peluang kemajuan Kaltara.

Dari pertemuan sederhana di meja makan Tanjung Selor tersebut, terpancar pesan fundamental: mengakselerasi pembangunan Kaltara merupakan tanggung jawab kolektif. Latar belakang profesi yang beragam tak boleh menjadi pembatas ketika tujuan bersama yang diusung adalah menyiapkan masa depan yang lebih cerah bagi generasi penerus.

Sebagai wilayah strategis di garis perbatasan negara, Kaltara membutuhkan dukungan SDM yang unggul, berkarakter kuat, cepat beradaptasi, serta berwawasan kebangsaan. Maka dari itu, alokasi perhatian pada sektor pendidikan mesti terus diprioritaskan agar anak-anak daerah tak sekadar jadi penonton, melainkan tampil sebagai aktor utama pembangunan di tanah kelahiran mereka.

Pertemuan antara Aco dan jajaran PWI Sulsel membuktikan bahwa perjumpaan kasual mampu memantik lahirnya gagasan strategis. Komunikasi yang mengalir dengan terbuka memberi ruang bagi pertukaran ide dan pengalaman, yang kemudian dapat dikonversi menjadi energi positif bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Gubernur Kaltara Lantik Pengurus Forum TJSLBU

Pada akhirnya, mencerdaskan anak bangsa bukan semata tugas sekolah, guru, atau lembaga formal semata. Pendidikan merupakan amanah bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, sokongan warga, peran aktif pemuda, kontribusi kalangan akademisi, serta komitmen pers yang profesional dan bertanggung jawab.

Dari Tanjung Selor, komitmen itu kembali dipertegas: pendidikan adalah jalan terbaik membangun manusia, sedangkan manusia yang berkualitas merupakan modal utama dalam mengantarkan Kaltara menjadi provinsi yang makin maju, mandiri, berdaya saing, dan bermartabat. (*)