News  

Kabut Asap Selimuti Makassar, Appi Instruksikan OPD Siapkan Langkah Perlindungan Warga

Dari hasil koordinasi tersebut, BMKG menyampaikan bahwa kualitas udara Makassar berada dalam kategori sangat tidak sehat selama dua hari terakhir.

“Karena itu, pemerintah Kota segera menyiapkan langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat,” tuturnya.

Zulkifly mengungkapkan, berdasarkan penjelasan BMKG dalam rapat koordinasi, pencemaran udara di Makassar diduga sebagian besar dipengaruhi kiriman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari sejumlah wilayah.

Sumber asap yang disampaikan dalam rapat antara lain kebakaran hutan di kabupaten tetangga, serta sejumlah kebakaran di Provinsi lain.

Kondisi tersebut diperkuat arah angin timur hingga tenggara yang membawa asap menuju wilayah Makassar.

“Jadi, sumbernya bisa kita katakan sebagian besar merupakan kiriman. Walaupun di Kota Makassar sendiri juga terdapat polusi udara akibat banyaknya kendaraan yang berlalu-lalang. Aktivitas transportasi ini turut menambah pencemaran,” jelasnya.

Pemkot Makassar bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan kualitas udara, termasuk faktor cuaca dan potensi sumber pencemaran lainnya.
Kasus ISPA Belum Meningkat Signifikan

Dari sisi kesehatan, Zulkifly menyebutkan laporan Dinas Kesehatan Kota Makassar menunjukkan belum terdapat peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang signifikan di puskesmas.

BACA JUGA:  Huadi Group Jadi Sorotan Australia, ini Sebabnya

Namun, pemerintah tetap mewaspadai risiko kesehatan apabila kondisi pencemaran berlangsung dalam waktu lama.

Karena itu, Dinas Kesehatan diminta menyampaikan laporan setiap hari mengenai perkembangan kasus ISPA untuk mengetahui kemungkinan dampak pencemaran udara terhadap masyarakat.

“Kalau kondisi ini berkepanjangan, tentu ada potensi kedaruratan medis. Namun, berdasarkan masukan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan BMKG, saat ini belum terjadi kondisi yang mengharuskan sekolah diliburkan,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara sedang tidak normal.

Selain langkah pencegahan langsung, Pemkot Makassar juga menyiapkan penguatan penyampaian informasi kualitas udara kepada masyarakat melalui aplikasi Lontara.

Zulkifly meminta Dinas Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup untuk menyajikan pembaruan hasil pengukuran kualitas udara setiap hari melalui platform tersebut.

Informasi ini diharapkan membantu masyarakat mengetahui kondisi udara sebelum beraktivitas di luar ruangan dan menyesuaikan kegiatan berdasarkan tingkat pencemaran.

“Ini sangat penting diketahui masyarakat. Dengan melihat status dan ukuran kualitas udara, masyarakat bisa mengetahui kondisi yang sedang terjadi sehingga dapat menyesuaikan aktivitasnya,” tuturnya

BACA JUGA:  Reward Bagi Peserta MPLS SMAN 2 Enrekang Berprestasi 

Zulkifly memastikan pembagian masker telah dimulai sejak sehari sebelumnya dan dilanjutkan pada Rabu (14/10/2026). Berdasarkan laporan yang diterimanya, stok masker dari Dinas Kesehatan tersedia untuk mendukung upaya tersebut. (*)