Di lorong yang berdarah, ia memilih jalan yang manis. Sebab baginya, setiap dalgona bukan sekadar permen, melainkan bukti kecil bahwa harapan masih bisa dijual, bahkan di tengah aroma karamel dan bayang logam busur. (*).
Denyut Kehidupan di Car Free Day (5): Dalgona dan ‘Garam Halus’ Resep Escape, Menakar Gula dan Menangkal Serbuk Putih
Baca Juga
br
br
Rekomendasi untuk kamu

“Di Indonesia Timur, wadah rutin pembelajaran Al-Qur’an Braille terbilang masih sangat minim. Kolaborasi ini memberikan ruang alternatif bagi teman-teman tunanetra di luar sana yang ingin belajar tapi selama ini tidak…

“Saya dulu kupijit tembok supaya kuat ki,” katanya sambil tertawa. Bagi Rabiah, keterampilan pijat bukan sekadar kegiatan tambahan. Ia melihat keterampilan itu sebagai jalan hidup yang nyata bagi banyak tunanetra.br…

Kegiatan semakin semarak pada Minggu pagi dengan agenda senam bersama dan berbagai permainan (games), joget balon, yang mempererat kebersamaan antar-alumni yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Selanjutnya, pada Minggu siang,…

NusantaraInsight, Bima — Juraidin resmi terpilih sebagai Formateur/Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bima periode 2026–2027 dalam Konferensi Cabang (Konfercab) XIX. Dalam sambutannya, Juraidin menyampaikan rasa syukur atas amanah…

“Masyarakat berhak menagih hukum yang memanusiakan. Hukum progresif memberi ruang itu: hukum yang mendengar, memahami, dan membela yang lemah tanpa pandang bulu,” katanya. Penutup: Hukum Harus Membebaskan “Jika hukum ingin…


br
br







br