Tak Lolos SPMB Negeri, Munafri: Pemkot Makassar Tanggung Biaya Sekolah di 67 Sekolah Swasta

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari terbentuknya karakter dan akhlak yang baik.

“Percuma kita memiliki anak-anak yang cerdas kalau tidak memiliki akhlak yang baik. Pendidikan karakter harus dimulai dari rumah, kemudian diperkuat di sekolah,” katanya.

Politisi Golkar itu, mengaku prihatin melihat semakin tingginya ketergantungan anak-anak terhadap gawai yang dinilai mengurangi interaksi sosial dengan keluarga maupun lingkungan sekitar.

Karena itu, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan mulai menerapkan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah agar siswa lebih banyak berinteraksi secara langsung dengan teman maupun guru.

“Kita ingin anak-anak kembali berbicara dengan baik sama lebih dewasa. Gadget memang penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah akhlak,” ujarnya.

Sebagai bentuk penguatan pendidikan karakter, Munafri mengungkapkan mulai tahun ini Pemerintah Kota Makassar akan menambah porsi pelajaran agama dan pendidikan akhlak pada kurikulum pendidikan dasar.

Menurutnya, alokasi dua jam pelajaran agama dalam sepekan belum cukup untuk membentuk karakter peserta didik sehingga diperlukan penguatan pendidikan moral sejak dini.

BACA JUGA:  Pemkot Makassar Gandeng Polisi Tindak Tegas Tembak-tembakan Senjata Mainan

Selain itu, Pemerintah Kota Makassar juga berkomitmen meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, termasuk memberikan insentif lebih besar kepada guru yang bertugas di wilayah kepulauan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.

Dalam kesempatan yang sama, Munafri turut mengajak Aisyiyah untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat, mulai dari bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga pembentukan karakter generasi muda.

Ia menilai Aisyiyah memiliki jaringan organisasi yang kuat dan telah lama hadir mendampingi masyarakat hingga ke tingkat akar rumput, sehingga kolaborasi antara pemerintah dan organisasi perempuan Muhammadiyah tersebut perlu terus diperkuat.

“Aisyiyah memiliki jaringan organisasi yang sangat besar. Karena itu saya berharap kolaborasi ini jangan pernah berhenti,” ucapnya.

Munafri menegaskan, Aisyiyah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan Kota Makassar.

Karena itu, Pemerintah Kota Makassar akan terus membuka ruang kolaborasi dengan organisasi tersebut dalam berbagai sektor demi mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.

“Mari kita terus berdiskusi mengenai program apa lagi yang bisa kita kerjakan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar,” tutup Appi. (*)