Respons Aduan Warga, Wali Kota Appi Cek Distribusi Air Bersih hingga Siapkan Fasilitas SPAM Bantuan

 

Selain mengandalkan distribusi mobil tangki dan SPAM, Pemkot Makassar juga menyiapkan intervensi lain melalui pembangunan sumur bor konvensional di sejumlah kawasan.

br

 

Langkah tersebut dilakukan bersama tokoh masyarakat untuk mempercepat penyediaan sumber air sekaligus membangun titik-titik penampungan seperti tandon.

 

Appi menilai keberadaan tandon menjadi penting agar distribusi air tidak hanya terpusat di satu lokasi. Dengan semakin banyak titik penampungan, masyarakat diharapkan tidak perlu bergerak terlalu jauh untuk mendapatkan air.

 

“Kita akan melakukan intervensi melalui tokoh-tokoh masyarakat dengan membangun sumur bor yang lebih cepat, sumur bor konvensional, untuk segera memberikan pola penyaluran air dan tempat-tempat penampungan seperti tandon,” ungkapnya.

 

Ia juga menargetkan pembangunan SPAM baru terus dilakukan secara bertahap. Tahun ini, terdapat 18 SPAM yang direncanakan untuk dibangun.

Dari jumlah tersebut, beberapa titik masih dalam proses pengerjaan. Bahkan, terdapat lokasi yang telah memasuki tahap pengeboran untuk mencari sumber air.

 

“Kontraknya tiga bulan, sudah berjalan satu bulan. Jadi tidak lebih dari dua bulan sudah terbangun lagi SPAM yang dalam proses pengerjaan sekarang ini,” katanya.

BACA JUGA:  Beredar, Mendagri Setujui Andi Zulkifly Nanda Jadi Sekda Makassar

 

Menurutnya, pembangunan SPAM akan terus dilanjutkan dan ditambah setiap tahun sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan air Kota Makassar.

 

Dia juga mengakui pembangunan sumur bor konvensional tidak selalu berhasil. Kondisi air yang ditemukan di sejumlah lokasi pun dapat berbeda, termasuk adanya sumur yang menghasilkan air berwarna hitam atau berbau.

 

Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pencarian sumber air melalui sumur bor konvensional.

 

Namun, Appi menyebut terdapat pula sumur bor yang berhasil memberikan pasokan air meski dibangun dengan kedalaman relatif pendek.

 

Salah satunya berada di kawasan RB 03. Menurut Appi, sumur tersebut hanya menggunakan satu pipa dengan kedalaman sekitar empat meter, tetapi mampu mendistribusikan air ke sejumlah rumah warga.

 

Karena itu, Pemkot Makassar berencana menambah beberapa titik sumur bor di sekitar lokasi yang berhasil, sekaligus memperkuat sistem penampungan air.

 

“Yang paling penting adalah tempat penampungannya seperti tandon-tandon penampungan itu harus diatur dengan baik supaya kebutuhan masyarakat tidak terfokus pada satu tempat, tapi sudah bisa terdistribusi,” jelasnya lagi.

BACA JUGA:  Warga Pulau Samalona Resmi Nikmati Listrik 24 Jam

 

Dalam penanganan kekeringan ini, Pemkot Makassar juga telah menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

br
br