Respons Aduan Warga, Wali Kota Appi Cek Distribusi Air Bersih hingga Siapkan Fasilitas SPAM Bantuan

 

Ia menyebutkan Pemerintah Kota Makassar, terus memperkuat penanganan kebutuhan air bersih di tengah musim kemarau panjang yang berdampak pada sejumlah wilayah.

 

Appi menegaskan seluruh elemen pemerintah harus bergerak bersama memastikan kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih tetap terpenuhi.

 

Menurut Appi, kebutuhan air bersih masyarakat terus mengalami peningkatan. BPBD Kota Makassar yang selama ini melakukan pendistribusian air bersih bahkan mencatat permintaan telah mencapai 50 titik dan menjangkau ribuan Kepala Keluarga (KK).

 

“Kebutuhan air terus difasilitasi BPBD sudah turun dan setiap hari ada peningkatan jumlah permintaan. Hari ini sudah menuju ke angka 50-an titik yang membutuhkan air bersih,” kata Appi.

 

Dia menekankan langkah tersebut penting dilakukan karena tekanan air PDAM mengalami penurunan selama musim kemarau.

 

Dari PDAM sudah memberikan pelayanan kepada para pelanggan maupun nonpelanggan melalui mobil tangki PDAM yang disediakan karena tekanan air lagi turun di musim kemarau ini.

 

Di sisi lain, Pemkot Makassar mengoptimalkan keberadaan SPAM yang telah dibangun, termasuk fasilitas yang sedang dalam proses pembangunan maupun yang tengah menjalani pemeliharaan.

BACA JUGA:  Harganas 2025, Munafri Tekankan Keluarga Jadi Pilar Utama Menuju Generasi Emas 2045

 

Appi mengatakan optimalisasi dilakukan untuk memastikan sumber-sumber air yang tersedia dapat didistribusikan secara maksimal kepada masyarakat.

 

“Dari Dinas PU melalui SPAM yang dibangun, ada juga dalam proses pembangunan, ini kita akan optimalisasi dengan baik, memastikan bahwa seluruh sumber air ini bisa terdistribusi dengan baik ke masyarakat,” jelasnya.

 

Selain mengandalkan distribusi mobil tangki dan SPAM, Pemkot Makassar juga menyiapkan intervensi lain melalui pembangunan sumur bor konvensional di sejumlah kawasan.

 

Langkah tersebut dilakukan bersama tokoh masyarakat untuk mempercepat penyediaan sumber air sekaligus membangun titik-titik penampungan seperti tandon.

 

Appi menilai keberadaan tandon menjadi penting agar distribusi air tidak hanya terpusat di satu lokasi. Dengan semakin banyak titik penampungan, masyarakat diharapkan tidak perlu bergerak terlalu jauh untuk mendapatkan air.

 

“Kita akan melakukan intervensi melalui tokoh-tokoh masyarakat dengan membangun sumur bor yang lebih cepat, sumur bor konvensional, untuk segera memberikan pola penyaluran air dan tempat-tempat penampungan seperti tandon,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Atasi Penumpukan Siswa, Disdik Makassar Siapkan "Regrouping" SMP Baru

 

Ia juga menargetkan pembangunan SPAM baru terus dilakukan secara bertahap. Tahun ini, terdapat 18 SPAM yang direncanakan untuk dibangun.

Dari jumlah tersebut, beberapa titik masih dalam proses pengerjaan. Bahkan, terdapat lokasi yang telah memasuki tahap pengeboran untuk mencari sumber air.

 

“Kontraknya tiga bulan, sudah berjalan satu bulan. Jadi tidak lebih dari dua bulan sudah terbangun lagi SPAM yang dalam proses pengerjaan sekarang ini,” katanya.

 

Menurutnya, pembangunan SPAM akan terus dilanjutkan dan ditambah setiap tahun sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan air Kota Makassar.

 

Dia juga mengakui pembangunan sumur bor konvensional tidak selalu berhasil. Kondisi air yang ditemukan di sejumlah lokasi pun dapat berbeda, termasuk adanya sumur yang menghasilkan air berwarna hitam atau berbau.

 

Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pencarian sumber air melalui sumur bor konvensional.

 

Namun, Appi menyebut terdapat pula sumur bor yang berhasil memberikan pasokan air meski dibangun dengan kedalaman relatif pendek.

BACA JUGA:  Tripika Kecamatan Tamalate Hadiri Cooling System Deklarasi Damai Tiga Pilar

 

Salah satunya berada di kawasan RB 03. Menurut Appi, sumur tersebut hanya menggunakan satu pipa dengan kedalaman sekitar empat meter, tetapi mampu mendistribusikan air ke sejumlah rumah warga.