“Harus dipikirkan dampaknya, penyakit bisa meningkat, aktivitas di sekolah dan fasilitas kesehatan terganggu, maka semua jajaran SKPD dan Camat antisipasi,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa distribusi informasi yang tidak optimal dapat memperparah situasi, termasuk memicu tekanan terhadap layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Oleh sebab itu, seluruh OPD diminta memastikan sistem komunikasi dan koordinasi berjalan efektif. Appi mencontohkan perlunya simulasi konkret di wilayah Kecamatan dengan menghitung secara pasti dari mana sumber air diambil.
Juga berapa armada yang disiapkan, di mana titik distribusi, hingga bagaimana penyimpanan dilakukan di tengah keterbatasan fasilitas masyarakat.
“Simulasi tidak boleh lagi bersifat biasa, harus detail. Kalau ada wilayah kekurangan air, kita sudah tahu berapa menit air sampai, siapa yang antar, dan bagaimana dibagikan,” imbuh dia.
Selain krisis air, ia juga menekankan potensi peningkatan risiko kebakaran akibat suhu panas dan angin kering yang mempercepat penyebaran api.
Untuk itu, seluruh sumber daya, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran, diminta siaga penuh dalam upaya pencegahan dan penanganan dini.
Di sektor kesehatan, Pemkot Makassar juga mengantisipasi lonjakan kasus penyakit seperti ISPA, penyakit kulit, dehidrasi, hingga potensi peningkatan penyakit menular seperti tuberkulosis (TB).
Dengan antisipasi yang matang, Munafri meminta petugas lapangan, termasuk BPBD, Damkar, camat, dan lurah, untuk menggunakan alat pelindung diri seperti masker saat bertugas.
Lebih jauh, Munafri juga mengingatkan bahwa dampak El Nino dapat merembet ke sektor ekonomi, termasuk potensi kenaikan harga bahan pangan akibat gagal panen.
“Ini harus kita antisipasi sejak dini,” kata orang nomor satu Kota Makassar itu.
Untuk memastikan efektivitas penanganan, ia menekankan pentingnya integrasi lintas OPD dalam satu sistem kerja yang saling terhubung, bukan berjalan sendiri-sendiri.
Politisi Golkar itu, bahkan mendorong adanya wilayah percontohan sebagai model simulasi terpadu penanganan krisis.
Di akhir arahannya, Munafri mengajak seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat untuk tetap tenang, namun waspada.
Ia menegaskan bahwa kesiapan data, perencanaan matang, serta ketersediaan cadangan sumber daya menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi krisis.
“Yang penting kita mampu menghitung dan memastikan ketersediaan sumber daya. Jangan panik, tapi harus siap,” tutup Appi.
Sedangkan, Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Fadli Tahar, menjelaskan bahwa fenomena El Nino merupakan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang berdampak pada penurunan curah hujan secara signifikan di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.













