Munafri Pimpin Bersih-Bersih Kanal, Tekankan Kebersihan Harus Jadi Kebiasaan

Menurutnya, persoalan pembayaran dan kelancaran transaksi tidak boleh menjadi hambatan bagi masyarakat yang sudah mau memilah dan mengumpulkan sampah.

“Saya pastikan, mulai tahun depan tidak akan ada lagi keterlambatan dalam pembayaran sampah di Bank Sampah Unit ini. Bank Sampah Pusatnya akan disupport full oleh pemerintah,” tegas Appi.

Namun, dukungan pemerintah tersebut juga harus dibarengi dengan profesionalisme pengelolaan. Ia meminta pengelola bank sampah memastikan sampah yang sudah dikumpulkan tidak menumpuk terlalu lama.

Lanjut dia, proses pemilahan, pencatatan, transaksi hingga penjualan juga harus dilakukan secara lebih cepat dan tertata.

Dengan sistem yang semakin baik, masyarakat diharapkan memiliki kepercayaan bahwa sampah yang mereka kumpulkan benar-benar memiliki nilai dan dapat memberikan manfaat ekonomi

Di hadapan masyarakat Mariso, Appi kembali menekankan bahwa kebersihan tidak boleh sepenuhnya
dibebankan kepada pemerintah.

Ditambhakan, pemerintah Kota memiliki kewajiban menyiapkan sistem, fasilitas dan dukungan kebijakan. Namun, keberhasilan menjaga lingkungan tetap bergantung pada perilaku setiap individu.

“Kebersihan itu adalah kebersihan individu yang menjadi milik kita yang harus kita bangun, mulai dari merubah kebiasaan untuk hidup yang jauh lebih bersih dan jauh lebih sehat,” ucap Appi.

BACA JUGA:  Wawali Makassar Hadiri Lokakarya “Komitmen Untuk Gizi” Bersama Pemprov Sulsel dan UNICEF

Ia mengajak masyarakat menjadikan World Clean Up Day sebagai momentum untuk memulai perubahan dari lingkungan masing-masing.

Mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, memilah sampah dari rumah, memanfaatkan sampah yang masih bernilai, hingga aktif menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Menurut Appi, perubahan tersebut tidak harus dimulai dengan langkah besar.

“Kebiasaan sederhana yang perlu dilakukan secara konsisten oleh masyarakat akan memberikan dampak yang lebih besar apabila dilakukan secara bersama-sama,” tukasnya.

Sementara itu, Camat Mariso, Syahril, mengatakan aksi World Clean Up Day di kawasan Kecamatan Mariso berhasil mengumpulkan sebanyak 74 kilogram sampah.

Dari jumlah tersebut, sampah yang berhasil dikumpulkan terdiri atas 26 kilogram sampah organik, 36 kilogram sampah anorganik dan 12 kilogram residu.

Selain sampah yang dikumpulkan dari kawasan daratan, terdapat pula sekitar 11 kilogram limbah laut yang berhasil diangkat melalui aksi pembersihan kawasan perairan.

“Untuk World Clean Up Day hari ini kita telah mengumpulkan 26 kilogram sampah organik, 36 kilogram sampah anorganik dan 12 kilogram residu,” kata Syahril.

BACA JUGA:  Wali Kota Makassar Dorong Bukit Baruga Antang Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Mandiri

Data tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan bersih-bersih tidak hanya menjadi aksi simbolik, tetapi juga menjadi bagian dari proses edukasi pemilahan sampah berdasarkan jenisnya.