NusantaraInsight, Makassar — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel, Irjen Pol Andi Rian R Djajadi, S.I.K., M.H, mengajak Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar memerhatikan mustahik atau kaum muslimin yang membutuhkan bantuan, seperti disarikan dalam Al Qur’an, surat Al Baqarah.
Salah satunya adalah, mengembangkan program pemberdayaan ekonomi mustahik dengan memperluas jaringan warung ritel saudagar Z-Mart.
Ajakan orang nomor satu di jajaran Polda Sulsel itu disampaikan di sela sela “Jumat Curhat” TNI-Polri di Daily coffe, Jalan Nusantara, Jumat, 19 Januari pagi tadi.
“Jumat Curhat” yang mengambil tema sentral “Mendengarkan Aspirasi dan Apresiasi Masyarakat, Guna Menjaga Harkamtibmas yang Kondusif” itu digagas Kapolres Pelabuhan Makassar, AKP Yudi Priyanto dan jajarannya.
Di tengah tengah curhatan warga, salah satunya bantuan kepada mustahik, Kapolda Sulsel meminta BAZNAS Kota Makassar menghadirkan program program yang bersetuhan dengan masyarakat kecil. Salah satu program yang perlu dikembangkan adalah penyediakan Z-Mart.
“Jika BAZNAS Makassar memberikan bantuan kepada saudara saudara kita yang membutuhkian, atau yang kurang mampu, maka dari bantuan tersbetu kita berharap ekonomi mereka dapat meningkat. Makanya, kita berharap program program BAZNAS Makassar dapat berjalan dengan baik. Termasuk beasiswa,” harapnya.
Menurutnya, jika saja bantuan yang diberikan BAZNAS Makassar dapat membantu mustahik, dan mereka berhasil, tentunya mereka juga kelak mereka akan menyerahkan zakat ke BAZNAS.
“Saya mengharapkan, BAZNAS Kota Makassar mendengar keluhan warga ini, guna mendapatkan bantuan. Jika saja, BAZNAS memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan, tentunya, kelak mereka juga akan memberikan zakat ke BAZNAS,” tutur alumni SMAN 1 Makassar ini.
Di bagian lain Kapolda Sulsel meminta, menjelak pelaksanaan Pilres, 14 Februari mendatang masyarakat dapat melaksakan hak memilih dengan baik. Masyarakat tidak boleh terpengaruh dengan isu isu yang tidak benar.
Menjawab harapan Kapolda Sulsel, Ketua BAZNAS Makassar mengawali pernyataannya dengan mengatakan bahwa, janji agama dalam berzakat benar adanya.
Pertama, sejak personil muslim di Jajaran Polres Pelabuhan menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekahnya sebesar 2,5 persen setiap bulannya ke BAZNAS Makassar, maka sejak itu pula tinhgkat kerawanan di wilayah Hukum Mapolres Perlu dipahami program pemberdayaan ekonomi mustahik ialah upaya membangun daya masyarakat dengan mendorong, memotivasi dan mengembangkan kesadaran akan potensi yang dimiliki.
Menyinggung Z-Mart seperti diharapkan Kapoldfa Suslel, serta pelaku UKM lainnya, Ashar Tamanggong mengakui, BAZNAS Makassar telah menjalankan beberapa Z-Mart di kota yang dipimpin Walikota Makassar, Moh.Ramdhan Pomanto ini.
Malah, semua pelaku usaha yang berada di bawah komando BAZNAS Makassar dipantau melalui program pembimbingan, pendampingan dan pengawasan dengan strategi meningkatkan skala usaha yang mampu bersaing dengan retail modern.
Tujuannya, agar bantuan yang diberikan terus bertambah dan tidak berkurang.
Di bagian lain, Ashar Tamanggong menyebutkan, beberapa tahun terakhir ini, lembaga yang dipimpinnya bersama Ahmad Taslim, H.Jurlan Em Saho’as, dan Waspada Santing, masing masing sebagai Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, serta Wakil Ketua Bidang Pelaporan dan Keuangan, telah berkolaborasi dengan Polres Pelabuhan Makassar.
“Jadi, selama ini BAZNAS Makassar telah berkolaborasi dengan Polres Pelabuhan Makassar. Bagi BAZNAS Makassar, Polres dibawah kepemimpinan Bapak AKP Yudi Priyanto, begitu banyak berkaitan dengan melibatkan BAZNAS Makassar. Dan, kolaborasi antara Polres Pelabuhan dengan BAZNAS itu bukan saja di daratan, melainkan hingga ke pulau pulau terluar kota Makassar,” ujarnya didampingi Kepala Pelaksana BAZNAS-H.Arifuddin, dan pelaksana—Syarifuddin Pattisahusiwa .












