Hardiknas 2026: Appi Tambah Insentif Guru hingga Fasilitas Siswa di Sekolah

Menurutnya, di tengah derasnya arus teknologi dan informasi, nilai-nilai budaya dan moral harus tetap menjadi fondasi utama bagi generasi muda.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan gawai pada anak-anak. Menurutnya, penggunaan gadget yang berlebihan dapat berdampak pada kemampuan interaksi sosial serta perkembangan karakter anak.

“Ini penting karena dampaknya sudah terlihat, baik dalam jangka pendek maupun menengah,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Munafri kembali menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.

Orang nomor satu Kota Makassar itu, mengajak semua pihak untuk terus memperkuat kolaborasi demi menghadirkan pendidikan yang lebih baik di Kota Makassar.

“Mari kita bersama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Pendidikan hebat hanya bisa terwujud dengan kolaborasi semua pihak. Kita harus bekerja dengan hati, bersinergi dengan data, dan bergerak dengan inovasi,” tutupnya.

Sedangkan, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan dapat diakses oleh semua anak di Kota Makassar.

BACA JUGA:  Pemkot Makassar Mulai Bangun Edufam Barombong dan Sudiang

Menurutnya, tema Hardiknas tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” , selaras dengan visi pembangunan Kota Makassar melalui konsep MULIA, yakni menghadirkan pelayanan publik yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan, termasuk di sektor pendidikan.

“Momentum Hardiknas ini harus kita maknai sebagai ajang memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, tenaga pendidik, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Aliyah.

Ia juga menekankan pentingnya menindaklanjuti arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Salah satu langkah konkret yang didorong adalah penambahan muatan kurikulum yang menekankan nilai moral, etika, serta pelestarian budaya lokal.

“Pendidikan yang bermutu hanya bisa terwujud jika semua pihak terlibat aktif,” terang politisi Demokrat itu.

Menurut Aliyah, penguatan karakter menjadi sangat penting di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat. Ia menilai, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus mampu membentuk kepribadian dan jati diri generasi muda.

Selain itu, perhatian khusus juga diberikan terhadap pengawasan penggunaan gadget pada anak-anak. Ia mengingatkan bahwa penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat berdampak pada menurunnya interaksi sosial serta menghambat perkembangan emosional anak.