Makassar, NusantaraInsight — Aplikasi Lontara+ kini menjadi salah satu sarana utama warga Kota Makassar dalam mengakses berbagai layanan Pemerintah Kota Makassar.
Sejak diluncurkan pada Juli 2025, aplikasi yang dikenal sebagai Makassar Super App tersebut terus berkembang. Hingga September 2026, jumlah penggunanya mencapai 75.979 orang.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar Muhammad Roem mengatakan, data tersebut merupakan jumlah pengguna yang tercatat dalam sistem Data Makassar.
“Update terkini, yang sudah menggunakan berdasarkan Data Makassar adalah 75.979 users,” kata Roem saat dihubungi, Jumat (11/9/2026).
Selain jumlah pengguna yang terus bertambah, Lontara+ juga menerima puluhan hingga ratusan aduan masyarakat setiap hari. Roem menyebut, jumlah aduan yang masuk berkisar 70 hingga 120 laporan per hari.
“Data aduan termonitor secara realtime di dashboard Lontara+. Untuk setiap data aduan yang masuk per harinya beragam, di range 70-an sampai 120-an aduan,” ujarnya.
Secara kumulatif, sebanyak 21.072 aduan telah disampaikan masyarakat melalui aplikasi Lontara+ sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Melalui aplikasi tersebut, warga dapat menyampaikan laporan terkait fasilitas umum, seperti lampu jalan, drainase, jalan rusak, serta pengangkutan sampah. Lontara+ juga menyediakan kanal pengaduan mengenai gangguan ketertiban, pohon tumbang, dan gangguan pasokan air.
Selain itu, masyarakat dapat melaporkan dugaan pelanggaran aparatur sipil negara melalui kotak laporan yang diteruskan kepada Inspektorat. Keluhan mengenai lambatnya pelayanan publik juga dapat disampaikan melalui platform tersebut.
Lontara+ turut menyediakan layanan pajak bumi dan bangunan (PBB), administrasi kependudukan, informasi publik, serta berbagai program layanan pemerintah lainnya.
Bagian dari Transformasi Digital
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan, transformasi digital merupakan kebutuhan mendesak dalam penyelenggaraan pemerintahan, bukan lagi sekadar pilihan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat peluncuran Makassar Super App atau Lontara+ pada 27 Juli 2025.
“Alhamdulillah, dari tujuh program MULIA, satu demi satu mulai terealisasi. Salah satunya hari ini adalah launching Makassar Super App atau Lontara+,” kata Munafri.
Menurut dia, kecepatan, kemudahan akses, dan transparansi telah menjadi standar dalam pelayanan publik di era digital. Karena itu, pemerintah harus mampu hadir sebagai pemimpin perubahan.
Munafri menjelaskan, blueprint Lontara+ disusun oleh tim Pemerintah Kota Makassar sebagai komitmen untuk membangun sistem pelayanan publik yang lebih terintegrasi, adil, dan berpihak kepada masyarakat.












