Muttaqin menutup sesi diskusi dengan pernyataan tegas, “Ideologi Pancasila saat ini, tidak bisa kita pungkiri masih dianggap dogma.” Menurutnya, untuk menghindari hal itu Pancasila harus dipahami dengan pendekatan falsafah, sehingga memberikan ruang bagi kita untuk terus mempertanyakan, mengujinya, dan menafsir sesuai dengan konteks yang dihadapi. “Inilah poin penting Pancasila, tidak sekadar sebagai dasar negara, tetapi sebagai sebuah falsafah yang harusnya menjadi pandangan hidup negara,” pungkas Muttaqin.
Diskusi berlangsung riuh, dengan dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan, baik mahasiswa, dosen, ASN, aktivis lingkungan, dan juga pelaku usaha serta karyawan swasta. (RW)












