K-Apel Gelar Maulid Lesehan di Lorong, Rusdin Tompo: Lorong ini Unik

NusantaraInsight, Makassar — Komunitas Anak Pelangi (K-Apel) menggelar peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1446 H, Sabtu Malam (28/9/2024).

Uniknya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digagas oleh para ibu-ibu K-Apel ini dilakukan dengan cara lesehan di sepanjang Lorong Daeng Jakking Kelurahan Parangtambung Kecamatan Tamalate Kota Makassar.

Mengangkat tema Maulid “Meneladani Rasulullah Muhammad SAW dengan Berbagi Cinta dan Peduli Kepada Sesama”, perayaan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh literasi, penulis, akademisi budayawan, wartawan hingga pengusaha, di antaranya, Anwar Nasyaruddin, Dr Syafruddin Muhtamar, Syahrir Rani Patakaki, Andi Yusri Tanra dan Rusdi Embas (wartawan).

Peringatan Maulid Nabi Muhammad ini juga dihadiri oleh perwakilan Komunitas Aruna Ikatuo yang juga pelopor berdirinya Kampus Lorong.

Ketua K-Apel Suriati Tubi dalam sambutan singkatnya mengucapkan terima kasih atas kedatangan tamu dan para undangan.

Secara singkat ia sampaikan bahwa perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini tentu bertujuan agar bisa meneladani perilaku dan sikap Rasulullah SAW.

Sementara itu, Pembina K-Apel Rusdin Tompo yang juga didaulat untuk memberikan sambutan menyampaikan bahwa: “Pada hari ini ada tiga undangan maulid yang datang secara bersamaan, namun saya memilih ke lorong Daeng Jakking.”

BACA JUGA:  Puing Helikopter Presiden Iran Ditemukan, "Tidak Ada Tanda-tanda Kehidupan"

“Mengapa saya jauh-jauh memilih lorong Daeng Jakking untuk hadir dalam acara maulid, karena lorong ini sangat unik,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa salah satu keunikan yang ada di lorong Daeng Jakking adalah karena lorong ini menggalakkan literasi dan menjaga budayanya.

“Tentu yang menjadi PR bagi saya adalah bagaimana mendefinisikan Literasi Kenabian yang kerap diterapkan di lorong Daeng Jakking dan ini akan kita kembangkan bersama dengan dukungan dari para ibu-ibu K-Apel yang penuh potensi ini,” tukas Koordinator Penulis Satupena Sulsel ini.

Dan menjadi keunikan lagi di Lorong Daeng Jakking, karena pembawa hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW adalah founder K-Apel sendiri yaitu Rahman Rumaday.

Rahman Rumaday atau yang kerap disapa Bang Maman ini, menyampaikan hikmah Maulid berupa pesan Nabi Muhammad SAW berupa dua wasiat atau dua pusaka.

“Salah satu hadits nabi mengatakan:

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ

“Aku telah tinggalkan kepada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.”

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Dorong Ekosistem Kerja ASN

Maman kemudian menjelaskan secara singkat apa itu dua wasiat nabi yang dimaksud.

“Yang pertama itu kitabullah atau Alquran yang didalamnya terdiri dari perintah dan larangannya. Perintahnya seperti mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Adapun larangan dari Allah sudah sangat jelas termaktub di kitabullah, yang mana larangan itu sesungguhnya adalah demi kebaikan sendiri,” ungkapnya.

“Kemudian Hadis Nabi Muhammad yang mana keduanya itu saling melengkapi. Seperti kata Rasulullah dalam salah satu hadits yang menyatakan bahwa umatku itu adalah seperti satu bangunan,” kedua wasiat nabi ini saling melengkapi. Pada bangunan, contohnya lantai tidak pernah protes kepada tiang rumah, demikian pula dinding tidak pernah protes kepada atap, mereka semuanya saling melengkapi sebagai satu bangunan,” ulas penulis Buku Maharku Pedang dan Kain Kafan ini.

Maman juga berusaha menjelaskan tentang hikmah dari budaya Maulid di Sulsel yang berupa telur yang ditusuk dengan bambu kemudian ditancapkan ke batang pisang.

Ia mencoba mencari hikmah dibalik simbolisme telur yang mewarnai perayaan Maulid di Sulsel.