BOLU PECA Karya: Sultan Musa aroma dan godaan manisnya berpadu sore hari ini, seperti candu manisnya menjebak semakin dirasa, semakin banyak yang terpendam mereka menyebut aku Bolu Peca pada pekat…
Burakne yang Lahir Bagai Sehimpun Puisi : Ahmad Arelian Abqari
Burakne yang Lahir Bagai Sehimpun Puisi : Ahmad Arelian Abqari Karya: Rusdin Tompo Kau telah persiapkan sepilihan diksi yang kau petik dari jiwa keibuanmu Diksi terpilih yang akan kau bisikkan…
MERAJUT PESAN MAPPALETE BOLA
MERAJUT PESAN MAPPALETE BOLA Karya: Sultan Musa sekumpulan pria berpacu sama pada hari sederhana penuh asa lalu, terangkatlah Ale bola suguhan kebersamaan yang tak reda meski peluh membahana sebagaimana tradisi…
INDO’ LOGO
INDO’ LOGO Karya: Sultan Musa kusimak tarian itu seperti berkisah, tak ada penawar kerinduan yang lebih baik kecuali itu adalah kenangan dilimbur senyuman penari yang tak henti merangkul sejiwa yang…
Mata Batin Pembelajar Sejati : Alwy Rachman
Mata Batin Pembelajar Sejati : Alwy Rachman Karya: Rusdin Tompo Kami mendengar kabar tentang matamu yang tak lelah dalam tapak literasi Mata yang melahap buku-buku yang menjadikan pikirmu gurih bergizi…
Jenry Pasassan Pamerkan Seni Instalasi dari Knalpot
NusantaraInsight, Makassar — Knalpot brong atau knalpot blombongan hasil sitaan polisi di tangan perupa Jenry Pasassan dikreasikan jadi karya seni instalasi. Karya seni instalasi berbentuk ikan dalam ukuran besar itu…
AKU ADALAH PANRITA
AKU ADALAH PANRITA Karya: Rusdin Tompo Aku adalah panrita. Pensilku dari kayu bitti. …
The Last Pepadu
The Last Pepadu Karya: Agus K Saputra bulan ke tujuh tanah kering membara hujan belum tiba angin membawa debu memanggang asa tersisa hingga napas menderu dua lelaki telanjang dada berhadapan…
The Last Pepadu Karya Agus K Saputra Menarik Perhatian Kongso Sukoco
NusantaraInsight — Dalam bedah buku puisi Pertemuan Kecil karya Agus K Saputra, Kamis (18/04), Kongso Sukoco mengatakan, “Salah satu puisi berjudul ‘The Last Pepadu’ menarik perhatian saya, karena sumbernya berasal…
Caraku Rayakan Hari Puisi
Caraku Rayakan Hari Puisi Karya: Rusdin Tompo Aku rayakan puisi dengan berpuasa kata-kata Kutahan ludahku dari diksi yang menyakiti Kutelan lidahku biar tak menyileti Hati-hati Kukosongkan kerongkongan dari wasangka darah…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
