Peluncuran Buku Warnai Haul 44 Hari TGKH Muhammad Hasan, B.A.

NusantaraInsight, Bima –– Peluncuran buku mewarnai haul 44 hari kepergian TGKH Muhammad Hasan, B.A. , ayah Ketua Mahkamah Konsitusi RI tahun 2013-2015 Dr.Hamdan Zoelva, S.H.,M.H. di halaman kediaman almarhum di Kampung Salama, Kota Bima, Senin (23/3/2026) malam.

Ratusan undangan hadir bersama Bupati Bima Adi Mahyudi, mantan Wali Kota Bima H.Qurais H.Abidin, Wakil Wali Kota Bima Fery Sofyan, Kapolres Bima Kota AKBP Mubyarto Danu Kristanto, SIK, M.M., Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, SIK, M.H. ,anak-anak almarhum bersama istri, yakni Prof.Dr.Ahmad Thib Raya, M.A & Prof.Dr. Musdah Mulia, M.A., Drs.H.Mahmud Fauzy, Bc.Hk & Hj Sri Suryani, AMK, Dr. Drs, Hamidsyukrie ZM, M.Hum & Dra.Siti Nurhayati, Dr.Hamdan Zoelva, S.H.,M.H. & Hj.R.A. Nina Damayanti, S.H., Abd.Rahman, S.Sos & Rosdiana Mansyur, SKM, Dewiati S.H.,M.H. (menantu) bersama tiga anaknya, Hamidatul Alifah S.Ag & Fathurrahman S.Sos., dan Fathurrahman, S.HI & Dr.Martiningsih, S.Kep, M.Kes., kalangan keluarga, dan sejumlah undangan.

Dr.Hamdan Zoelva, S.H.,M.H. atas nama keluarga menyampaikan, acara haul yang dirangkaikan dengan peluncuran buku “Keteladanan dan Karamah TGKH Muhammad Hasan, B.A.” merupakan kenang-kenangan dan penghormatan pihak keluarga terhadap almarhum Muhammad Hasan, B.A.

BACA JUGA:  Tiga Pintu Masuk Soppeng Sambut Peserta Porseni PGRI

“Acara malam ini yang dirangkaikan dengan silaturahim, doa dan zikir, merupakan kebahagiaan dan kegembiraan bagi kami di tengah rasa duka cita atas kepergian ayahanda kami,” ujar Hamdan.

Prof.Dr.Ahmad Thib Raya, M.A. yang membawakan tauziah menekankan pentingnya pendidikan anak menghadapi masa depan.

“Almarhum Guru (panggilan terhadap TGKH Muhammad Hasan, B.A.) telah mendidik kami menempuh pendidikan. Saya dilepas ke Makassar dengan hanya satu tujuan, menuntut ilmu,” ujar Prof.Thib Raya.

Mantan Wali Kota Bima Qurais H.Abidin yang juga siswa TGKH Muhammad Hasan, B.A. di SMA Negeri 1 Bima termasuk satu-satunya yang memberikan testimoni pada acara haul itu.

“Saya termasuk salah seorang yang paling nakal saat almarhum mengajar bahasa Inggris di SMA Negeri 1 Bima,” ujar Qurais H.Abidin.

Katanya lagi, “pada saat Guru (KH Muhammad Hasan, B.A.) sedang mencatat di papan tulis, saya sudah mengambil ancang-ancang kabur melalui jendela karena tidak suka dengan pelajaran bahasa Inggris. Namun, langkah saya terhenti karena Guru tiba-tiba saja berkata, ”tidak usah lewat jendela, lewat pintu saja,” kenang Pak Qurais yang membuat yang hadir terkekeh.

BACA JUGA:  Diluncurkan, Buku “Mappinawang, Santri Pejuang HAM dan Demokrasi”

Qurais mengakui, dirinya termasuk anak emas Guru selain anak-anak kandungnya. Juga tidak pernah memarahinya meskipun dirinya diketahui sebagai siswa yang nakal.