Dia menyarankan agar menggunakan kecerdasan buatan secara selektif dan bila diperlukan, hendaknya menggunakan data pembanding dengan referensi yang lain, dan tidak menggantungkan diri pada kecanggihan teknologi ini. Juga tidak menggunakan kecerdasan buatan untuk hal-hal yang negatif.
Fred Ch.Kuen, selain menjelaskan praktik penggunaan AI dalam kerja-kerja media, juga menekankan, kita tidak dapat mengandalkan kecerdasan buatan ini dalam kerja jurnalistik.
“Banyak hal yang tidak dapat dijawab oleh AI. Oleh sebab itu, AI tidak akan mampu menggantikan kecerdasan manusia,” kata mantan wartawan LKBN Antara tersebut.
Tampil memberikan umpan balik dalam diskusi ini, antara lain, Mitha Mayestika Kuen,S.IP, M.I.Kom, Rusdin Tompo, Dr.Fadly Andi Nazif, S.H., M.H. Is Hakim, dan Dr.M.Zainal Altim, ST,MT.IPM.
Ketua Panitia Diskusi M.Rusdy Embas, S.E. menjelaskan, kegiatan ini terwujud sebagai hasil bincang-bincang sederhana di Kafe Baca bersama Founder Komunitas Anak Pelangi (K.Apel) Rahman Rumaday dan Arwan D.Awing, S.E. terkait dengan kualitas media. (mda).












