banner 728x90

Israel Kepung Kota Gaza

  • Bagikan

NusantaraInsight, Gaza — Militer Israel pada Senin (6/11/2023) mengatakan mereka telah mengepung Kota Gaza sepenuhnya setelah lebih dari seminggu pertempuran sengit. Ini akhirnya membelah wilayah kantong Palestina itu menjadi dua.

Bergerak di bawah kedok pengeboman udara intensif pada Minggu malam dari udara, darat dan laut, pasukan Israel bergerak mengepung Kota Gaza ketika militan Hamas dilaporkan telah mundur ke posisi yang telah disiapkan jauh di wilayah padat penduduk.

Serangan udara pada hari Minggu adalah yang paling ganas di wilayah tersebut sejak perang pecah. Belum jelas apa yang terjadi di pusat Kota Gaza, ketika gumpalan besar api dan asap membumbung di udara malam.

“Saat ini ada Gaza utara dan Gaza selatan. Kami berada dalam tahap penting melawan Hamas,” kata Juru Bicara Militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari, seperti diwartakan The Guardian, Selasa (7/11/2023).

Adapun media Israel melaporkan bahwa pasukan diperkirakan akan memasuki Kota Gaza dalam waktu 48 jam ke depan.

Pengepungan Israel terhadap Kota Gaza terjadi sebulan setelah Hamas melakukan serangan mematikan di Israel selatan pada tanggal 7 Oktober, menewaskan 1.400 warga Israel dan menyandera sekitar 240 orang. Israel dengan cepat mengatakan pihaknya berperang dengan Hamas dan langsung menyerbu Gaza, menewaskan lebih 10.000 warga sipil.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Sebut Indonesia dan Kenya Miliki Kedekatan Historis

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, memperingatkan bahwa Jalur Gaza akan menjadi “kuburan bagi anak-anak” ketika ia kembali menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera.

“Kita harus bertindak sekarang untuk menemukan jalan keluar dari kehancuran yang brutal, mengerikan, dan menyakitkan ini,” kata Guterres kepada wartawan di PBB. “Gaza menjadi kuburan bagi anak-anak. Ratusan anak perempuan dan laki-laki dilaporkan terbunuh atau terluka setiap hari.”

Israel sendiri mengeklaim tentara berusaha untuk mempertahankan koridor kemanusiaan di Selatan Gaza sehingga warga dapat melarikan diri ke wilayah itu. Meski begitu, Juru Bicara militer lainnya, Letkol Richard Hecht, mengatakan bila koridor itu digunakan Hamas, pihaknya tak segan-segan menyerang.

Hecht juga menggemakan komentar komandan senior militer Israel bahwa Hamas menggunakan infrastruktur medis, termasuk Dar Al Shifa di Kota Gaza serta Rumah Sakit Indonesia dan Qatar, untuk bersembunyi di bawah tanah dan meluncurkan serangan roket.

“Ini adalah salah satu tantangan terbesar kami. Kami belum menyerang rumah sakit manapun. Jika sudah tiba, kami akan mendiskusikannya,” paparnya

  • Bagikan