Ini Delapan Putra Sulsel Duduki Kursi Komisaris di BUMN

Ia juga menjabat Direktur PT Danantara Development Management Fund, dan Denera merupakan entitas yang dibentuk untuk mengembangkan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik.

PT Daya Energi Bersih Nusantara (DENERA) adalah perusahaan pengelola sampah terintegrasi yang berfokus pada proyek perubahan sampah menjadi energi listrik (Waste-to-Energy / WtE).

Perusahaan ini dibentuk oleh Danantara Investment Management.Perusahaan ini dibentuk sebagai holding untuk mengonsolidasikan investasi dan pengembangan fasilitas pengolahan sampah.

Alasan Pemilihan Komisaris BUMN

Alasan utama pemilihan komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia didasarkan pada pemenuhan kualifikasi profesional, kebutuhan pengawasan tata kelola perusahaan, penyegaran perspektif bisnis, hingga pertimbangan dukungan politis.

Penunjukannya secara resmi disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atau diputuskan langsung oleh Menteri BUMN, berdasarkan ketentuan regulasi serta praktik tata kelola perusahaan di Indonesia, alasan dan kriteria pengangkatan dewan komisaris meliputi:

1. Kualifikasi Profesional dan Kompetensi:

Diangkat berdasarkan integritas, dedikasi, serta memiliki pemahaman manajerial dan pengetahuan yang memadai di bidang usaha BUMN terkait Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-3/MBU/03/2023.

BACA JUGA:  PBNU Keluarkan Data Hilal Awal Ramadan

2. Fungsi Pengawasan dan Penasihat:

Komisaris dipilih untuk menjalankan fungsi pengawasan dan memberikan ide serta gagasan konstruktif kepada jajaran direksi dalam mengelola aset negara secara akuntabel

3. Perspektif Baru (Penyegaran Strategi):

Figur dari luar industri atau lintas latar belakang (pemerintahan, akademisi, hingga korporasi) dipilih untuk memberikan wawasan baru dan solusi atas tantangan bisnis perusahaan

Secara spesifik, kriteria pemilihan ini dirancang untuk mewujudkan Good Corporate Governance (GCG) sehingga perusahaan pelat merah dapat beroperasi secara efektif, transparan, dan terhindar dari risiko kerugian.