Ini Delapan Putra Sulsel Duduki Kursi Komisaris di BUMN

Dzulfikar Ahmad Tawalla saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) dalam Kabinet Merah Putih.

Ia resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2024 dan bertugas mendampingi Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Selain di pemerintahan, ia juga dikenal sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah untuk periode 2023-2027.

Dzulfikar Ahmad Tawalla diangkat sebagai Komisaris PT Semen Baturaja Tbk melalui RUPST Tahun Buku 2024 pada 27 Mei 2025.

Profil resmi perusahaan menyebut ia lahir di Sungguminasa, menempuh pendidikan S1 Pendidikan Matematika di Universitas Muhammadiyah Makassar, lalu meraih magister komunikasi di STIKOM InterStudi Jakarta.

Dilansir dari berbagai sumber, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) adalah perusahaan publik dan produsen semen terkemuka di wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Perusahaan ini kini berstatus sebagai anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), yang memproduksi dan mendistribusikan semen berkualitas untuk kebutuhan infrastruktur.

6. Dr. Ir. Abdul Haris Bahrun, M.Si

BACA JUGA:  Keterlaluan, Israel Bom Bantuan Kemanusiaan dari Indonesia

Dr. Ir. Abdul Haris Bahrun, M.Si., dipercaya menjadi Komisaris PT Rajawali Citra Mas. Ia merupakan akademisi asal Sulsel.

Akademisi Unhas ini juga menjabat Tenaga Ahli Menteri Bidang Akselerasi Standardisasi dan Program Strategis Kementan.

Melansir dari berbagai sumber, PT Rajawali Citramass (atau PT Rajawali Citra Mas) adalah anak perusahaan ID FOOD (Holding BUMN Pangan) yang bergerak di bidang industri kemasan plastik, khususnya produsen karung plastik, kantong plastik, dan penjualan polipropilen.

Perusahaan ini dikenal sebagai salah satu pemasok utama karung plastik untuk kebutuhan PERUM BULOG.

7. Prof. Dr. Andi Murtir Jeddawi, S.H.,S.Sos.,M.Si

Prof. Dr. H. Murtir Jeddawi, S.H., S.Sos., M.Si. adalah adalah putra asal kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan yang merupakan seorang Guru Besar Hukum Administrasi Negara dan Pemerintahan Daerah di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dan pernah menjabat sebagai Rektor IPDN pada tahun 2018-2019, dan saat ini menjabat sebagai Direktur IPDN Kampus Sulawesi Selatan.

Andi Murtir Jeddawi juga disebut masuk jajaran komisaris perusahaan strategis melalui PT LPP Agro Nusantara.

BACA JUGA:  Israel Serang Jamaah Itikaf di Masjid Al Aqsa

Sumber yang ada menggambarkannya sebagai akademisi dan profesor asal Sulsel, dengan rekam jejak di bidang pemerintahan, hukum, dan kebijakan publik.

Diketahui, PT LPP Agro Nusantara (sebelumnya dikenal sebagai Lembaga Pendidikan Perkebunan) adalah anak usaha BUMN Perkebunan yang berpusat di Yogyakarta.

Didirikan pada tahun 1950, perusahaan ini berfungsi sebagai pusat pengembangan SDM dan konsultan manajemen, dengan menyediakan layanan pelatihan, penilaian (assessment), sertifikasi, serta perhotelan dan MICE.

8. Muhammad Rachmat Kaimuddin, B.Sc.,M.B.A

Rachmat Kaimuddin adalah seorang konsultan manajemen, ahli keuangan, eksekutif puncak, dan pejabat pemerintah Indonesia.

Saat ini, ia merupakan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Sebelumnya ia juga menjadi Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi di Kemenko Maritim dan Investasi.

Rachmat meraih gelar BSc dari Massachusetts Institute of Technology dan gelar MBA dari Stanford Graduate School of Business.

Ia mengawali kariernya di sejumlah perusahaan konsultan manajemen dan investasi, seperti Boston Consulting Group, IFC, Quvat Management, dan Baring Private Equity Asia.

BACA JUGA:  Forkopimda Kolaka: Sinergitas Jaga Stabilitas dan Pembangunan Daerah

Rachmat Kaimuddin tercatat sebagai Komisaris PT Daya Energi Bersih Nusantara atau Denera.