Efek ekonomi dari adanya MotoGP di Mandalika berlanjut ke tahun 2023. Sandiaga Uno mengatakan gelaran MotoGP Mandalika 2023 telah berhasil menggerakkan perekonomian masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal ini terlihat dari tingginya perputaran uang dan penjualan tiket.
“MotoGP Mandalika menuai hasil yang baik, dan kita dapat pengumpulan data awal. Tapi yang saya sampaikan estimasi perputaran uang dan penjualan tiket ini sangat tinggi dan sudah melampaui target kita,” tutur Sandiaga.
Ia juga mengklaim tingkat okupansi atau keterisian homestay di Desa Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencapai 70 persen karena MotoGP Mandalika 2023. Homestay di Desa Kuta -sekitar Sirkuit Mandalika- kini memiliki 1.002 kamar.
“Saya mengunjungi langsung aktivitas ekonomi pariwisata di Mandalika, salah satunya homestay di Desa Kuta. Dengan adanya event MotoGP tingkat hunian homestay mencapai 70 persen,” klaim Sandiaga.
Berlanjut ke tahun 2024, Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata InJourney Maya Watono mengatakan MotoGP Mandalika tahun 2024 disaksikan lebih dari 120.000 penonton. Ajang ini diyakini memberikan multiplier effect terhadap perekonomian nasional, yang nominalnya diperkirakan mencapai Rp 4,8 triliun.
Ajang ini juga ditonton lebih dari 300 juta pasang mata di seluruh dunia dengan jumlah 119 stasiun TV dengan lebih dari 200 negara yang menyiarkan ajang balap ini. Dari sisi penyelenggaraan InJourney turut melibatkan sekitar 800 UMKM dengan melibatkan 3.000 tenaga kerja.
“InJourney juga fokus pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) dengan melibatkan masyarakat lokal. Karena itu dalam ajang MotoGP tahun ini jumlah orang yang bekerja di kawasan tersebut naik signifikan,” ungkap Maya.
Ajang ini juga membawa berkah bagi pelaku UMKM binaan dari masing-masing pihak yang mendukung MotoGP Mandalika. Salah satunya yaitu UMKM binaan Pertamina yang berjualan selama tiga hari dari 27-29 September 2024.
Selama tiga hari berjualan, 27-29 September 2024, Pertamina mengungkapkan total omzet transaksi UMKM hampir mencapai Rp 1,1 miliar. Omzet penjualan meroket hingga 56% dibandingkan omzet tahun lalu digelaran serupa yang mencatatkan transaksi Rp689 juta.
Menteri BUMN Erick Thohir pernah mengatakan gelaran MotoGP menjaring perputaran uang yang besar. Jumlah perputaran ekonomi tembus triliunan rupiah per tahun bagi Mandalika, Nusa Tenggara Barat, serta perekonomian nasional.
“Gelaran MotoGP telah menghasilkan perputaran uang sebesar Rp 4,3 triliun per tahun untuk ekonomi setempat dan nasional,” kata Erick beberapa waktu lalu lewat akun Instagram @erickthohir
Erick juga menjelaskan Pertamina Mandalika International Circuit saat ini sudah berjalan tiga tahun dari kontrak sepuluh tahun dengan perusahaan pemilik hak lisensi MotoGP yakni Dorna. Dalam setahun atau 365 hari, sirkuit Mandalika sudah digunakan 240 hari.
Menurut Erick ini adalah bukti pemerintah sukses membangun sarana sport tourism berkelanjutan yang dikelola secara profesional dan transparan. Dia pun menegaskan BUMN berupaya menjadi agen perubahan guna memberi manfaat bagi masyarakat dan negara. Patut ditunggu efek selanjutnya bagi ekonomi dan pariwisata RI dari adanya MotoGP Mandalika di tahun-tahun berikutnya.
#AKUAIR – Perumnas Ampenan, 05-11-2024












