Agung Bawantara. Ekonomi Kreatif

Berikut Siaran Pers Kemenparekraf/Baparekraf Republik Indonesia pada 13 September 2024, terkait angka-angka penting capaian ekonomi kreatif:

• Sektor ekonomi kreatif Indonesia hingga semester I tahun 2024 menunjukkan kinerja yang baik,
dilihat dari capaian nilai tambah ekonomi yang diestimasi mencapai Rp749,58 triliun atau 55,65%
dari target Rp1.347, triliun.
• Nilai ekspor ekonomi kreatif pada semester I tahun 2024 mencapai 12,36 miliar dolar AS, meningkat
4,46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year)
• Ekspor ekonomi kreatif didominasi oleh empat sektor, yaitu fesyen 6.767,62 juta dolar AS, kriya
4.755,79 juta dolar AS, kuliner 829,66 juta dolar AS, dan penerbitan 6,15 juta dolar AS.
• Adapun Top 5 tujuan ekspor ekonomi kreatif adalah Amerika Serikat dengan 4.078,09 juta dolar AS,
Swiss 908,47 juta dolar AS, Jepang 619,28 juta dolar AS, Hongkong 582,63 juta dolar AS, dan India
514,78 juta dolar AS
• Tren ekonomi kreatif pada tahun 2024 meliputi mobile games yang berkembang dari hiburan
menjadi profesi, dan pertumbuhan music lokal yang terus berlanjut

BACA JUGA:  Pengumuman! Seluruh Masyarakat Pemilik Rumah Segera Melapor, Paling Lambat 31 Maret 2024

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekref) Sandiaga Salahuddin Uno, seusai Sidang Kabinet Terakhir di IKN (13/09), merekomendasikan keberlanjutan untuk program peningkatan nilai tambah peningkatan ekspor, akses pembiayaan kepada ekonomi kreatif yang fokus pada penciptaan 4,4 juta lapangan kerja, dan juga peningkatan kesejahteraan para pelaku ekonomi kreatif di seluruh pelosok Nusantara.

Terlebih, saat Komisi X DPR RI menyetujui pagu definitif Kemenparekraf/Baparekraf) Tahun 2025 sebesar Rp1,7 triliun. Walau ini lebih kecil dari pagu indikatif sebesar Rp3 triliun. Wajib disyukuri.

“Setiap sen yang dialokasikan akan kami perjuangkan untuk kemajuan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) Indonesia, membuka peluang usaha dan lapangan kerja seluas-luasnya. Parekraf adalah sektor yang paling ampuh dalam menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja,” ujar Sandiaga.

Menutup pembicaraan, Agung menantang saya untuk mencoba mempraktekkan ekonomi kreatif ini: media audio visual. Nah, apalagi itu?

Audio visual adalah media yang memiliki unsur suara (audio) dan gambar (visual) yang dapat dilihat dan didengar secara bersamaan. Kelebihannya diantaranya daya tarik visual, pengalaman lebih kuat, efektivitas dalam pengajaran, dan komunikasi cepat. Seni audio visual adalah seni yang dicercap melaui indra penglihatan dan pendengaran: seperti seni tari, drama dan film.

BACA JUGA:  Sembilan Perusahaan Pelat Merah Bentuk Agregator Layanan Logistik

“Selanjutnya, gunakan pendekatan bisnis. Untuk itu harus punya wadah legal. Monitoring dan evaluasi program mingguan. Pokoknya harus crowded dan ada channel sebagai titik kumpul,” tutup Agung penuh antusias!

#akuAIR – Perumnas Ampenan, 24-09-2024.