Prof Abdul Saman Tawarkan Model Konseling Digital untuk Atasi FoMO

 

Empat Strategi Menghadapi FoMO

br

 

Dalam orasi ilmiahnya, Prof Abdul Saman menawarkan empat strategi utama untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis generasi digital, yakni:

 

memperkuat self acceptance melalui layanan bimbingan dan konseling;

membangun positive relations melalui konseling kelompok dan konselor sebaya;

meningkatkan literasi digital sehat bagi siswa, guru, dan orang tua; serta

mengembangkan konseling berbasis teknologi, termasuk cyber counseling dan aplikasi asesmen psikologis digital.

Ia juga mengusulkan pengembangan model Digital Psychological Well-Being Counseling, instrumen psikometrik berbasis budaya Indonesia, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam layanan konseling sebagai arah pengembangan keilmuan di masa mendatang.

 

Mengakhiri pidatonya, Prof Abdul Saman mengajak seluruh akademisi, guru, konselor, orang tua, dan pemangku kebijakan membangun ekosistem pendidikan yang sehat secara psikologis.

 

“Hasil penelitian ini menegaskan bahwa tugas bimbingan dan konseling tidak lagi terbatas membantu peserta didik menyelesaikan masalah, tetapi juga mempersiapkan mereka hidup sehat, tangguh, bahagia, dan bermakna di era digital,” tegasnya.

 

BACA JUGA:  Angkat Koper

Profil

Prof. Dr. Abdul Saman, S.Pd., M.Si., Kons. lahir di Bone, 17 Agustus 1972. Ia merupakan Guru Besar bidang Psikologi Pendidikan dan Bimbingan di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM).

Saat ini, ia menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNM periode 2022–2026, setelah sebelumnya memimpin fakultas yang sama pada periode 2018–2022.

Perjalanan pendidikannya dimulai dari SD Negeri 88 Tocina (1985), dilanjutkan ke SMP Negeri Cenrana (1988), kemudian SPG Negeri 59 Watampone (1991). Gelar Sarjana (S1) diraihnya di IKIP Ujung Pandang (kini Universitas Negeri Makassar) pada Program Studi Psikologi Pendidikan dan Bimbingan/Bimbingan dan Konseling tahun 1997.

Selanjutnya ia menyelesaikan Magister Psikologi di Universitas Padjadjaran pada 2002, meraih gelar Pendidikan Profesi Konselor di Universitas Negeri Padang pada 2006, dan memperoleh gelar Doktor Psikologi Konseling di Universiti Kebangsaan Malaysia pada 2012.

Karier akademiknya dimulai sebagai dosen Fakultas Ilmu Pendidikan UNM pada 2002. Selain mengajar di UNM, ia juga pernah menjadi dosen di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Timur dan FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar. Jabatan akademiknya meningkat dari Asisten Ahli (2003), Lektor (2006), Lektor Kepala (2008), hingga dikukuhkan sebagai Guru Besar pada 2022.

brbr
brbr
br