Refleksi Porseni PGRI ke-VI Dimeriahkan dengan Berbagai Lomba

NusantaraInsight, Malino — Evaluasi dan refleksi kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-VI Sulsel di Soppeng dimeriahkan dengan berbagai lomba.

Rapat evaluasi dan refleksi Porseni PGRI ke-VI ini dipusatkan di Villa Masagena Malino Gowa, Sabtu hingga Minggu (12 – 13/8/20).

Lomba makan kerupuk

Selain rapat evaluasi yang telah menghasilkan beberapa poin evaluasi dan rencana perbaikan. Rapat evaluasi dan refleksi ini, juga dilakukan berbagai lomba sebagai ajang silaturahmi.

Adapun lomba yang dilaksanakan adalah lomba karaoke pada Sabtu malam dan kemudian dilanjutkan keesokan harinya dengan lomba-lomba seperti lomba makan kerupuk, lomba bawa balon dan juga joget balon.

Acara yang mengundang gelak tawa dari para peserta ini, bermula dari perkataan Sekretaris Umum PGRI Sulsel Prof Muhlis Madani yang “mendadak” menjadi MC lomba makan kerupuk.

Dia menyampaikan bahwa lomba makan kerupuk ini ditonton oleh ratusan penonton yang tak sabar menyaksikan lomba.

Persiapan lomba makan kerupuk

Saat lomba akan dimulai, tiba-tiba Prof Muhlis berkata pengibaran bendera segera dimulai. Sekonyong-konyong masuk Muhammad Asaf yang merupakan pengurus PGRI paling senior melakukan gerakan baris berbaris yang mana tangan dan kaki melangkah bersamaan.

BACA JUGA:  Mubes Kerukunan Keluarga Bulukumba Kemungkinan Ditunda

Bukan hanya itu, lomba makan kerupuk bukan ditentukan oleh siapa yang paling cepat, malah ditentukan dengan siapa yang makan kerupuk paling lama.

“Ini bukan lomba makan kerupuk, tapi ini lomba jilat kerupuk,” ujar salah satu peserta yang dibarengi dengan tawa peserta yang lain.

Ajang lomba yang dilaksanakan oleh segenap panitia Porseni PGRI ke-VI Sulsel ini juga dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-78.

Seperti yang disampaikan oleh Sekretaris PGRI Sulsel Prof Muhlis Madani usai lomba tadi.

Menurutnya, pertemuan di Malino ini, bukan hanya rapat evaluasi semata, akan tetapi inti dari ini adalah silaturahmi sekaligus merayakan semarak HUT RI ke-78.

“Tentu ini adalah ajang silaturahmi antara sesama anggota PGRI yang telah sukses menggelar Porseni PGRI ke-VI Sulsel di Soppeng yang menurut sebagian besar orang adalah Porseni terbaik, terbesar dan juga termegah yang pernah terselenggara,” ujarnya.

“Selain itu kita juga melakukan evaluasi terkait kegiatan Porseni yang telah berlangsung dan ini akan menjadi catatan untuk gelaran Porseni PGRI berikutnya,” tutupnya.

BACA JUGA:  Mentan Andi Amran Sulaiman Dapat Kejutan dari Unhas Saat Isi Mata Kuliah

Sebelumnya, Ketua PGRI Sulsel Prof Dr Hasnawi Haris, M.Hum usai rapat evaluasi Sabtu, 12 Agustus 2023 menyatakan bahwa ajang refleksi dan evaluasi ini sebenarnya adalah ajang silaturahmi biasa dan ini bukan ajang pembubaran panitia seperti yang disampaikan di grup WA panitia Porseni.

“Dari laporan beberapa bidang, ada beberapa poin yang menjadi catatan, seperti contohnya kepesertaan guru-guru honorer dan P3K yang porsinya akan kita atur. Kemudian berikutnya terkait wasit juri baik itu untuk olahraga dan utamanya seni akan kita evaluasi,” ulasnya.

Kedepannya, lanjut Prof Hasnawi sistem penjurian kita lakukan dengan sistem online atau digitalisasi yaitu jika wasit atau juri memberikan nilai bisa langsung terekam, sehingga tak perlu lagi melakukan rekapan secara manual yang bisa menimbulkan kecurigaan oleh peserta.

“Namun secara umum, Porseni PGRI ke-VI Sulsel di Soppeng dapat dinilai sukses dan itu merupakan pendapat dari orang,” pungkasnya.