banner 728x90

BCF dan Kadin Indonesia Ajak Mahasiswa Peduli TBC

  • Bagikan

NusantaraInsight, Makassar — Dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Nasional 2023, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Kesehatan Kota Makassar berkolaborasi dengan Bakrie Center Foundation, Kadin Indonesia, Kadin Daerah Sulsel, serta Yayasan Masyarakat Peduli TB Sulawesi Selatan (YAMALI TB), menyelenggarakan edukasi & skrining Tuberculosis (TBC) pada 300 mahasiswa di STIK Tamalatea Makassar.

Program ini merupakan implementasi program kolaborasi multi stakeholder
untuk percepatan eliminasi TBC di Indonesia, yang diinisiasi oleh Bakrie Center Foundation bersama Kadin Indonesia.

Pada kesempatan ini melalui giat edukasi & skrining TBC di STIK Tamalatea Makassar, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Ishaq Iskandar, juga ikut dalam deklarasi Kampus Zero TB.

STIK Tamalatea Makassar merupakan perguruan tinggi pertama di Sulawesi Selatan yang menyatakan komitmen untuk menempatkan isu TBC sebagai isu krusial dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari BCF dan Kadin Indonesia yang telah membawa isu TBC ini ke kalangan perguruan tinggi dan universitas. Melalui kegiatan edukasi dan skrining TBC pada 300 mahasiswa STIK Tamalatea Makassar, kami akan lanjutkan (komitmen) ini untuk membawa isu TBC ini sebagai bagian dari sosialisasi, penelitian, serta pengabdian masyarakat,” jelas Ketua STIK Tamalatea Makassar, Rahmawati, Selasa 31 Oktober 2023.

BACA JUGA:  Kisah Haru Nurul Damayana Serta Suami di Meet Up Akbar NRL Kosmetik Terungkap

Saat ini di Indonesia diperkirakan jumlah kasus baru TBC hampir satu juta orang (969.000 orang).

Sampai Oktober 2023, treatment coverage yang dilakukan baru mencapai 59% (Kemenkes RI), maka ada 41% kasus yang belum ditemukan dan diobati akan terus menjadi sumber penular TBC di masyarakat.

Di Kota Makassar, target penemuan kasus TBC di tahun 2023 yaitu sebanyak 14.898 kasus.

Sedangkan secara provinsi, target capaian penemuan kasus aktif tersebut sebanyak 47.075 kasus.

Namun, baru tercapai hingga Oktober 2023 sebanyak 21.667 kasus.

Skrining TBC yang dilakukan pada kalangan mahasiswa diharapkan dapat
mendorong percepatan pencapaian target pencarian kasus TBC.

Wakil Ketua Umum Bidang Industri Kesehatan, Kadin Sulsel, Syafruddin Mualla berharap semua pihak menjadikan isu percepatan eliminasi TBC sebagai tanggung jawab bersama.

Setiap lembaga katanya memiliki peran serta kontribusi untuk menuntaskan permasalahan TBC di Indonesia.

Edukasi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memberikan pemahaman yang benar tentang TBC kepada masyarakat.

“Sampaikan hal yang benar, yang kita tahu mengenai gejala awal TBC, bagaimana penularannya, hingga kebenaran bahwa TBC itu bisa disembuhkan dengan disiplin melakukan pengobatan,” harapnya.

  • Bagikan