[Mutiara Jumat, 18 September 2026]
Oleh Aslam Katutu
Makassar, NusantaraInsight — Salah satu kesukaan saya dalam dunia literasi adalah berburu kata-kata motivasi yang bernuansa spiritual. Saya senang menemukan pesan-pesan sederhana yang mampu menyentuh hati, membangkitkan semangat, sekaligus mengajak kita merenungkan kembali makna kehidupan. Inspirasi itu tidak selalu hadir dari buku atau nasihat para ulama. Terkadang, ia justru ditemukan dari tempat yang sederhana—termasuk dari lirik sebuah lagu.
Salah satu lagu yang menarik perhatian saya adalah “Akhir Dunia” karya Padi Reborn. Bagi saya, lagu ini tidak sekadar rangkaian kata yang dipadukan dengan melodi, tetapi menyimpan pesan tentang manusia yang sedang menghadapi kegelisahan, keterpurukan, kehilangan arah, dan perjuangan untuk kembali bangkit.
Dari situlah lahir gagasan untuk menjadikan pesan dalam lagu tersebut sebagai inspirasi sebuah buku. Saya kemudian memilih judul “Bukan Akhir Dunia” sebagai pengembangan dari judul lagunya. Judul ini saya pilih karena saya ingin menghadirkan sebuah pesan sederhana: seberat apa pun persoalan yang sedang kita hadapi, jangan buru-buru menganggap semuanya telah berakhir. Selalu ada harapan, selalu ada jalan untuk bangkit, dan selalu ada kesempatan untuk kembali kepada Allah SWT.
Sebelum menuangkan gagasan tersebut menjadi sebuah buku, tentu saya merasa perlu meminta izin kepada pemilik karya. Alhamdulillah, saya berkesempatan menyampaikan niat tersebut secara langsung kepada vokalis Padi Reborn, Opa—Om Fadly. Dengan penuh penghormatan, saya menyampaikan bahwa lagu “Akhir Dunia” telah memberi inspirasi bagi saya untuk mengembangkan sebuah renungan dalam bentuk buku dengan judul “Bukan Akhir Dunia”.
Buku ini bukan dimaksudkan untuk menggantikan atau mengulang karya tersebut, melainkan sebagai refleksi personal yang terinspirasi dari pesan dan semangat yang saya tangkap dari lagu itu. Saya mencoba membawanya ke ruang yang lebih luas: ruang perenungan tentang kehidupan, kegagalan, kehilangan, harapan, taubat, ikhtiar, dan perjalanan manusia untuk kembali mendekat kepada Allah SWT.
Sebab bagi saya, sebuah karya yang baik tidak berhenti ketika lagu selesai dinyanyikan atau ketika sebuah buku selesai dibaca. Ia akan menjadi lebih berarti apabila mampu meninggalkan sesuatu di dalam hati—sebuah kesadaran, sebuah harapan, atau bahkan sebuah keberanian untuk kembali melangkah.
Dan itulah pesan utama buku yang saya tulis :
Apa pun yang sedang kita hadapi, jangan pernah menganggapnya sebagai akhir dunia.












