Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen Kunjungi Teater Kita Makassar

Makassar, NusantaraInsight — Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)  Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si didampingi Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan Toha Machsum, M.Ag bersama rombongan mengunjungi Teater Kita Makassar, Kamis (6/8/2024).

Kunjungan ini dalam rangka peninjauan lokasi penerima Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan, dengan subkategori utama Fasilitasi dan Apresiasi bagi Komunitas Sastra (serta kategori pendukung seperti Pelestari Bahasa dan Sastra Daerah).

Dimana, program ini bertujuan untuk mendukung kegiatan dan penghargaan bagi para penggiat, tokoh, serta kelompok masyarakat yang bergerak di bidang sastra.

Seperti disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)  Hafidz Muksin saat kunjungan.

Ia juga menjelaskan bahwa bantuan itu ada beberapa kategori yaitu, fasilitasi Komunitas Sastra, berupa bantuan dana tunai bagi komunitas sastra untuk menjalankan program kerja dan memberdayakan ekosistem sastra.

“Kemudian ada apresiasi Tokoh/Pegiat sastra, berupa bantuan dana penghargaan bagi individu atau pelaku sastra yang telah mendedikasikan diri dalam waktu lama, baik itu 40 tahun, 50 tahun dan untuk tahun ini ada penghargaan bagi individu atau pelaku sastra untuk 25 tahun,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Green Tea & Bunga Reportase Kehidupan “Tiga Rasa”

Ia juga menjelaskan bahwa bantuan juga diberikan kepada pelestari bahasa dan sastra daerah, berupa dukungan bagi komunitas maupun perseorangan yang melestarikan sastra dan bahasa lokal.

Ia juga menyarankan kepada Teater Kita Makassar agar dapat berkolaborasi selain dengan Balai Bahasa Sulsel. Sedapatnya juga menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak swasta maupun komunitas-komunitas sastra lainnya.

Selain itu, lanjut Hafidz, pelibatan semua unsur dalam Festival Sastra Kepulauan bukan hanya pesertanya pada komunitas-komunitas sastra akan tetapi juga melibatkan para siswa-siswi dari semua jenjang dan juga mahasiswa untuk dapat berperan dalam festival ini.

“Dapat juga melibatkan pembelajar bahasa Indonesia bagi penutur asing. Yaitu para pelajar asing baik yang ada di Indonesia maupun di berbagai negara yang sementara mempelajari bahasa Indonesia. Jadi kami dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mengadakan lomba tiap tahun bagi mereka. Ada lomba pidato, lomba mendongeng dan lomba berbalas pantun. Jadi ada lombanya,” tuturnya.

“Jadi ada nuansa tidak hanya peserta lokal dalam negeri, yang di berbagai pulau tadi, namun juga ada peserta dari berbagai benua, berbagai negara. Ini akan mewarnai festival ini dari yang lain,” sebutnya.

brbr
brbr
br