Kunjungan Istimewa Ketua Pengurus Masjid Wal-Ashry: Menikmati Pesona Magis Queenstown dan Danau Wakatipu

oleh : Ardhy M Basir 

QUEENSTOWN, NusantaraInsight — Ketua Pengurus Masjid Wal-Ashry, Ir. H. Abd Djalil Razak dan dr. H. Suraeda ( istri ), melakukan kunjungan ke Queenstown, New Zealand, pada Rabu (15/07/2026). Kunjungan ini menjadi momen spesial untuk menyaksikan langsung salah satu keajaiban alam terbaik yang ada di belahan bumi selatan.

Queenstown sendiri adalah sebuah kota wisata ikonik yang terletak di Wilayah Otago, di bagian barat daya Pulau Selatan, Selandia Baru (New Zealand).

br

Kota ini berada di kawasan pegunungan alpen yang menakjubkan dan dibangun tepat di tepian Frankton Arm dari Danau Wakatipu. Karena lokasinya yang dikelilingi oleh pegunungan megah seperti The Remarkables dan Cecil Peak, Queenstown dinobatkan sebagai salah satu kota dengan lanskap alam paling dramatis dan indah di dunia. Selain keindahan alamnya, kota ini juga terkenal secara global sebagai “Adventure Capital of the World” (Ibu Kota Petualangan Dunia) karena merupakan tempat lahirnya bungee jumping komersial, jet boating, dan berbagai olahraga ekstrem lainnya.

BACA JUGA:  DARI MAKASSAR KE MANHATTAN: DUA WAJAH POLITIK YANG KEMBALI BERPIHAK PADA MANUSIA.

Ulasan Wisata: Pesona Queenstown dan Magisnya Danau Wakatipu

Jika ada satu tempat di dunia ini di mana alam dan petualangan menyatu dalam harmoni yang sempurna, tempat itu adalah Queenstown.

Begitu menginjakkan kaki di pusat kotanya, pandangan Ir. H. Abd Djalil Razak beserta para pelancong lainnya langsung tertuju pada hamparan air biru jernih milik Danau Wakatipu. Danau glasial berbentuk petir (atau huruf “N” terbalik) ini membentang sepanjang 80 kilometer, menjadikannya danau terpanjang di Selandia Baru. Kedalamannya yang mencapai ratusan meter di bawah permukaan laut membuat airnya memantulkan warna biru safir yang sangat pekat dan memukau.

Salah satu fenomena paling unik dari Danau Wakatipu adalah airnya yang naik-turun sekitar 10–12 sentimeter setiap 25 menit sekali. Fenomena ilmiah ini sebenarnya adalah gelombang stasioner (seiche), namun bagi suku asli Māori, legenda lokal menyebutkan bahwa pasang-surut mini ini adalah detak jantung dari raksasa purba bernama Matau yang sedang tertidur di dasar danau.

Menikmati Queenstown dengan latar belakang danau ini menawarkan dua sensasi yang bertolak belakang namun sama-sama luar biasa:

BACA JUGA:  Penempatan Dana Pemerintah di Bank BUMN

Ketenangan yang Magis

Duduk di salah satu kafe atau bangku taman di sepanjang pantai Queenstown Bay sambil memegang secangkir kopi hangat adalah cara terbaik menikmati pagi hari—sebuah suasana tenang yang turut dirasakan oleh Ir. H. Abd Djalil Razak dalam kunjungannya. Pemandangannya sungguh seperti lukisan nyata. Air danau yang tenang berpadu sempurna dengan bayangan Pegunungan The Remarkables yang menjulang tinggi di latar belakang—yang akan diselimuti salju putih berkilau saat musim dingin tiba.

brbr
brbr
br