Sport  

FIFA Diterpa Banyak Kasus

Presiden FIFA Gianni Infantino dan Cristiano Ronaldo (Foto:Reuters).
Presiden FIFA Gianni Infantino dan Cristiano Ronaldo (Foto:Reuters).

Makassar, NusantaraInsight — Menjelang pertandingan perempatan final Piala Dunia 2026, Jumat (10/7/2026) dinihari, badan sepak bola tertinggi dunia, FIFA, diterpa banyak isu dan kini menjadi sorotan. Sorotan itu tertuju pada sosok Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Banyak pihak menilai, langkah-langkah yang diambil Infantino dinilai semakin menjauh dari nilai-nilai olahraga dan lebih condong pada keuntungan finansial serta kepentingan politik. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah pembatalan hukuman larangan bermain Folarin Balogun di Piala Dunia 2026 setelah adanya intervensi dari Donald Trump.

br

Dilansir “SuperBall.id” dari “The Telegraph”, terdapat delapan skandal FIFA di bawah kepemimpinan Infantino demi meraup cuan dan kepentingan politik.

1. Arab Saudi Tuan Rumah Piala Dunia 2034

​Skandal pertama yang sangat mencolok adalah bagaimana karpet merah digelar begitu mewah untuk Arab Saudi. Proses penawaran Piala Dunia 2030 sengaja diutak-atik agar Arab Saudi bisa melenggang mulus tanpa pesaing berat sebagai tuan rumah edisi 2034.
Tidak lama setelah itu, FIFA langsung mengantongi kerja sama bernilai raksasa dengan perusahaan minyak milik negara Saudi, Aramco. Kerja sama ini merupakan hasil bidikan Infantino untuk mengeruk banyak cuan dalam perhelatan FIFA ini.

BACA JUGA:  Duel Panas di Matchday pertama Bundesliga 2025 antara Bayern München vs RB Leipzig

2. Favoritisme Piala Dunia Klub 2025

Kontroversi kedua datang dari ajang Piala Dunia Klub 2025 yang dinilai penuh dengan aksi favoritisme. Secara mengejutkan, Inter Miami langsung diberi tiket lolos otomatis meskipun babak ”play-off” MLS Cup saat itu belum selesai bergulir. Ironisnya, klub yang dibela Lionel Messi itu justru tersingkir di babak tersebut oleh LA Galaxy yang malah tidak mendapatkan undangan sama sekali.

3. Hadiah Perdamaian untuk Trump

​Lebih mengherankan lagi, FIFA sampai membuat penghargaan tandingan demi menyenangkan Donald Trump yang gagal meraih Hadiah Nobel Perdamaian. Penghargaan buatan ini diserahkan langsung kepada Presiden Amerika Serikat tersebut dalam acara pengundian Piala Dunia.Bahkan, Trump juga dihadiahi replika trofi Piala Dunia Klub yang mewah untuk dipajang langsung di Ruang Oval miliknya.

4. Pengampunan Cristiano Ronaldo

Keistimewaan dari FIFA di bawah Infantino ternyata tidak hanya dinikmati oleh para politisi, tetapi juga megabintang lapangan hijau. Cristiano Ronaldo secara ajaib mendapatkan pengampunan hukuman kartu merah dari Komite Disiplin FIFA menjelang Piala Dunia 2026. Hukuman larangan bertanding Ronaldo ditangguhkan tepat setelah ia kepergok melakukan kunjungan ke Gedung Putih bersama putra mahkota Arab Saudi.

br
brbr